70 Pendaki Terperangkap di Gunung Marapi Saat Erupsi

Gunung Marapi, Sumaera Barat (Sumbar) erupsi
Gunung Marapi, Sumaera Barat (Sumbar) erupsi

Padang Panjang – Sejumlah 70 pendaki tercatat sedang berada di Gunung Marapi ketika gunung tersebut meletus, Sabtu (2/12/2023) kemarin. Menurut data dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat, para pendaki tersebut memasuki gunung melalui dua jalur, yakni Batu Palano dan Koto Baru.

“Sebanyak 70 pendaki diduga berada di gunung saat erupsi, dengan 57 orang memasuki dari Batu Palano dan 13 dari Koto Baru,” ungkap Pelaksana Harian Kepala BKSDA Sumbar, Eka Dhamayanti, kepada Kompas.com pada Minggu (3/12/2023).

Eka menjelaskan bahwa pihaknya telah menutup pintu masuk pendakian ke Gunung Marapi, sementara upaya evakuasi untuk pendaki yang masih berada di dalam gunung sedang dilakukan. “Kami saat ini tengah berupaya untuk melakukan evakuasi pendaki,” tambah Eka.

Sebelumnya, Gunung Marapi di Sumatera Barat meletus sekitar pukul 14.53 WIB pada Sabtu lalu. Ahmad Rifandi, Kepala Pos Pengamatan Gunung Marapi, membenarkan kejadian erupsi tersebut. “Ketinggian kolom abu tidak dapat diukur karena tertutup awan. Radius erupsi masih mencakup 3 kilometer,” jelas Rifandi. Rifandi juga mengonfirmasi bahwa status Gunung Marapi saat ini tetap pada level waspada.

Baca Juga  Timnas Indonesia Berada di Grup A SEA Games 2023, Indra Sjafri: "Lawan Jangan Dianggap Remeh"

Berdasarkan informasi yang dihimpun, erupsi Gunung Marapi terjadi sekitar pukul 14.53 WIB pada Sabtu lalu. Ketinggian kolom abu tidak dapat diukur karena tertutup awan, tetapi pos pengamatan mencatat bahwa radius erupsi masih mencakup area sejauh 3 kilometer dari puncak gunung.

Pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat melaporkan bahwa dari total 70 pendaki yang diduga berada di Gunung Marapi saat erupsi, 57 orang memilih jalur pendakian Batu Palano, sementara 13 orang lainnya menggunakan jalur Koto Baru.

Eka Dhamayanti, Pelaksana Harian Kepala BKSDA Sumbar, mengonfirmasi bahwa sebagai tindakan pencegahan, pintu masuk pendakian ke Gunung Marapi telah ditutup. Tim penyelamat dan relawan saat ini sedang berupaya melakukan evakuasi terhadap para pendaki yang masih berada di dalam kawasan gunung.

“Kami saat ini tengah berupaya untuk melakukan evakuasi pendaki,” ungkap Eka.

Sementara itu, Ahmad Rifandi, Kepala Pos Pengamatan Gunung Marapi, menyatakan bahwa status Gunung Marapi tetap pada tingkat waspada. Meskipun ketinggian kolom abu tidak dapat diukur secara langsung, pihak berwenang masih terus memantau situasi dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat.

Baca Juga  Langkah Terkini Penyelamatan, Basarnas Special Group dan Tim DVI Polri Bersatu Hadapi Dampak Erupsi Gunung Marapi

Masyarakat yang berada di sekitar Gunung Marapi diminta untuk tetap tenang dan mematuhi arahan pemerintah daerah. Radius erupsi yang mencakup 3 kilometer dari puncak merupakan zona yang dianggap berisiko, sehingga evakuasi dan tindakan pencegahan menjadi prioritas utama.

Gunung Marapi merupakan salah satu gunungapi yang paling aktif di Pulau Sumatera, dan peristiwa erupsi sebelumnya mencakup beberapa kejadian pada tahun 1830, 1979, 2011-2014, dan awal tahun 2023. Pihak berwenang terus mengingatkan masyarakat untuk selalu mengikuti perkembangan informasi dan petunjuk keamanan yang diberikan oleh otoritas setempat.(ab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *