5 Negara Pastikan Ikut Festival Warisan Budaya Tak Benda, Supardi; Pertama di Indonesia

Payakumbuh, fajarharapan.id — Sebanyak lima negara memastikan ikut Festival Warisan Budaya Takbenda di Festival Warisan FC Budaya Takbenda (FWBTb) atau Intangible Cultural Heritage Festival (ICHF) 2023.

Negara tersebut adalah India, Malaysia, Singapura, Inggris dan Belanda. “Mereka sudah mengkonfirmasi kedatangan,” ujar Aprimas, Kepala Bidang Kepala Bidang Warisan Budaya dan Bahasa Minangkabau Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, ujarnya disela sela persiapan di Kota Payakumbuh, Selasa (10/10/2023).

India akan membawakan Kalaripayattu yang mendapatkan Waridan Budaya Takbenda UNESCO pada 2016. Kesenian tua yang kabarnya mendahulu Kung Fu dan Karate.

Sementara Malaysia melayangkan kesenian Dondang Sayang. Tradisi Musik yang beralaskan pantun. Dan pantun sudah mendapatkan UNESCO pada 2020 bersama Indonesia. Sedangkan negeri Singa akan mempertunjukkan Silat.

Bahkan tak segan mereka mengirim puluhan peserta. Rombongan Tari Saman misalnya. Mereka datang dengan kapasitas 25 orang.
“Antusiame ini di luar dugaan. Selain membuat semangat, kedatangan peaerta ini membuktikan bahwa festival seperti ini ditunggu oleh masyarakat Indonesia,” lanjut Aprimas.

Baca Juga  Bupati Suhatri Bur Layangkan Surat ke Jakarta, Pertahankan BIM Status Bandara Internasional

Kedatangan peserta luar negeri ini tidaklah mudah. “Kami mengundang 10 negara. Separuhnya datang itu sudah kerja yang besar,” ucap Donny Eros, Kurator Festival. Ia melihat begitu juga pemilihan untuk provinsi.

Sementara itu Ketua DPRD Sumbar, Supardi, SH, mengatakan saya memang, sangat ingin sekali acara ini dilaksanakan. “Kota Payakumbuh mesti menjadi Kota Festival.

Kedatangan peserta luar negeri untuk membentuk ekosistem festival kita,” katanya.
Ia melihat, Payakumbuh sangat potensi untuk menggelar festival kelas dunia. “Kita sedang merancang yang lebih besar tahun depan,” ucap politisi Partai Gerindra ini.

Baca Juga  Hari Pertama Kerja Pasca Lebaran, Sekda Sebut Kehadiran ASN Kantor Gubernur 97%.

Ternyata ada yang mau datang dengan biaya sendiri setelah membaca festival ini di media nasional, kata Supardi beberapa hari yang lalu.

Supardi juga menginfokan, festival ini merupakan pertama dan satu-satunya di Indonesia memperingati 20 Tahun ICH.

“Makanya, momentum ini kita jadikan langkah awal untuk terus meramaikan Payakumbuh dengan festival,” pungkas Supardi. (zik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *