6 Oknum TNI-AL Manado Dijebloskan ke Sel, Begini Nasibnya Sekarang

6 Oknum TNI-AL Manado Dijebloskan ke Sel
6 Oknum TNI-AL Manado Dijebloskan ke Sel

Manado, fajarharapan.id – Enam anggota Tim Satuan Tugas Penegakan Hukum Laut (Satgas Gakkumla) TNI Angkatan Laut (TNI-AL) akhirnya diberikan hukuman sebagai hasil dari dugaan penyerangan terhadap seorang Kapten Kapal dan tiga ABK di Pelabuhan Manado, Sulawesi Utara (Sulut).

Selain mendapatkan tindakan administratif, keenam anggota Satgas Gakkumla TNI-AL tersebut juga dikenai hukuman fisik dan penahanan.

“Dalam rangka penegakan hukum, kami memberikan tindakan administratif, hukuman fisik, dan menempatkan mereka dalam sel tahanan,” ungkap Laksamana Pertama Nouldy J Tangka, Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) VIII, dalam sebuah konferensi pers di Markas Komando (Mako) Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) Lantamal VIII.

Menurut Danlantamal Nouldy, langkah-langkah ini diambil sesuai dengan perintah yang diterimanya dari pihak atas. Ia juga menyampaikan permintaan maaf atas nama dirinya dan institusinya kepada korban dan keluarga mereka terkait perilaku keenam anggota TNI-AL ini.

Baca Juga  Kejati Mulai Bidik Tersangka Dugaan Korupsi di Disdik Sumbar

“Saya, sebagai Danlantamal VIII, tidak akan mentolerir perilaku anarkis yang dilakukan oleh anak buah saya. Saya juga sudah berkoordinasi dengan keluarga korban untuk menanggung seluruh biaya pengobatan sampai korban pulih sepenuhnya,” tambahnya.

Nouldy juga menjelaskan bahwa Satgas Gakkumla memiliki tugas untuk mengawasi barang-barang ilegal yang masuk dan keluar melalui jalur laut di Sulawesi Utara. Danlantamal VIII mengatakan bahwa Satgas Gakkumla telah berhasil dalam beberapa operasi untuk menggagalkan penyelundupan berbagai barang ilegal.

Beberapa barang ilegal yang berhasil dicegah termasuk kosmetik jenis Brilliant, burung jenis Luring Talaud, minuman keras, obat, dan vitamin ayam. Semua barang tersebut diduga masuk secara ilegal ke wilayah Sulawesi Utara.

Baca Juga  Pemko Payakumbuh Lakukan Rakor Tentang SAKIP

“Sebagai penanggung jawab Satgas Gakkumla, saya akan terus melanjutkan operasi ini. Dampak positif dari operasi-operasi ini adalah meningkatnya keamanan wilayah Sulawesi Utara dari ancaman barang-barang ilegal,” tegas Nouldy.

Sebelumnya, beberapa anggota Satgas Gakkumla Lantamal VIII menjadi viral di media sosial karena diduga terlibat dalam kasus penganiayaan terhadap ABK kapal yang berlabuh di Pelabuhan Manado pada Rabu (4/10/2023).

Dugaan penganiayaan ini mencuat setelah istri salah satu ABK yang menjadi korban membagikan postingan di media sosial. Istri korban menuntut pertanggungjawaban atas tindakan anggota Satgas Gakkumla tersebut dan juga menyertakan foto-foto korban yang mengalami luka parah. (gus/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *