Maju Jadi Bacaleg DPR-RI, Aswandi: “Saya Terpanggil untuk Berbuat Terbaik untuk Publik”

.

Pekanbaru, fajarharapan.id – Meneguhkan diri untuk maju sebagai bakal calon anggota legislatif (bacaleg) DPR-RI dalam ajang pemilihan umum (Pemilu) 2024 mendatang, H. Aswandi SE mengaku memiliki sejumlah agenda besar, yang kelak akan didedikasikan untuk kepentingan daerah dan masyarakat.

“Saya merasa sudah saatnya berbuat untuk kepentingan yang lebih luas, baik bagi kepentingan daerah maupun masyarakat,” kata Aswandi kepada fajarharapan.id di Pekanbaru, Selasa (7/3/2023). Alhamdulillah, menurut Aswandi, keluarganya memberi dukungan terhadap langkah politik yang ia ambil.

“Banyak yang harus dilakukan, dan saya merasa mampu untuk itu.” Dikatakan, kalau kelak jadi maju menjadi caleg, dan terpilih menjadi wakil rakyat di DPR-RI, banyak hal yang bisa dilakukan, dimaksudkan untuk memberi perubahan mendasar terhadap kondisi yang ada sekarang.

Baca Juga  Prajurit TNI yang Kontak Tembak dengan KKB di Nduga sedang Operasi Pencarian Pilot Susi Air

Memilih PDI Perjuangan sebagai kendaraan politiknya, Aswandi yang akan maju dari Daerah Pemilihan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) II itu mengatakan sejumlah daerah di Dapil II Sumbar membutuhkan sentuhan yang lebih intens lagi agar kondisi daerah berubah ke arah yang lebih baik, dan masyarakat semakin sejahtera. 

Ia menunjuk Kabupaten Pasaman, yang telah melahirkan daerah otonom baru yang diberi nama dengan Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar). “Sudah bertahun-tahun kita bolak-balik ke Pasaman, fakta yang kita lihat antara lain adalah kondisi daerah itu begitu-begitu saja, tanpa mengalami perubahan yang berarti,” sebutnya.

Aswandi mengaku, anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Pasaman dari tahun ke tahun memang relatif kecil, tidak cukup untuk mengakomomadasi begitu banyak kebutuhan pembangunan, pemerintahan, dan urusan kemasyarakatan.

Baca Juga  Pemko Payakumbuh Dukung HIMPAUDI Guna Meningkatkan Kompetensi Pendidikan

“Tapi apa untuk membangun, urusan pemerintahan dan kemasyarakatan itu hanya APBD sebagai satu-satunya sumber dana?” tanyanya. Aswandi menjawab sendiri pertanyaannya dengan mengatakan: “Tidak ‘kan?”

Di tengah asupan dana di APBD yang relatif kecil, menurut Aswandi, seyogianya ada upaya yang keras dan bersungguh-sungguh dari segenap pengambil keputusan di daerah yang terletak di garis khatulistiwa itu untuk mencari sumber-sumber dana lain. Dari APBN, misalnya.

“Saya memastikan, kalau ada upaya (mencari sumber dana alternatif), dipastikan akan ada hasil,” ungkapnya. “Apakah hasilnya besar atau kecil, itu tidak penting; yang perlu ada sesuatu yang lebih yang akan dipersembahkan oleh para pemangku kepentingan itu untuk daerah dan masyarakat,” katanya. (spa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *