Jakarta – PT PLN (Persero) memastikan ketersediaan energi primer untuk pembangkit listrik nasional berada dalam kondisi aman menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Salah satu fokus utama perusahaan adalah menjaga pasokan batu bara bagi pembangkit listrik. Saat ini, cadangan batu bara tercatat memiliki rata-rata lebih dari 19 hari operasi (HOP), yang dinilai cukup untuk mempertahankan keandalan sistem kelistrikan nasional.
Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa ketersediaan energi primer tersebut diyakini mampu menopang operasional pembangkit selama periode mudik Lebaran 2026. Pada masa tersebut, konsumsi listrik di sejumlah daerah biasanya mengalami peningkatan.
Menurut Darmawan, stok energi primer PLN saat ini berada pada level yang aman. Cadangan gas tercatat lebih dari sembilan hari operasi, begitu juga dengan bahan bakar minyak (BBM) yang berada di atas sembilan hari. Sementara itu, persediaan batu bara rata-rata melampaui 19 hari operasi.
Ia menambahkan bahwa PLN telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif jauh sebelum periode Ramadan dan Idul Fitri. Salah satunya dengan melakukan pemeliharaan pembangkit lebih awal sesuai arahan pemerintah agar sistem kelistrikan tetap optimal saat memasuki masa siaga.
Selain pembangkit listrik, PLN juga memastikan kesiapan infrastruktur kelistrikan lainnya seperti gardu induk serta jaringan transmisi. Untuk mendukung operasional, sejumlah posko siaga juga disiapkan di berbagai wilayah guna memantau kondisi sistem listrik selama periode tersebut.
Di samping itu, PLN juga mempersiapkan diri menghadapi potensi peningkatan penggunaan kendaraan listrik selama arus mudik Lebaran tahun ini. Diperkirakan jumlah pemudik yang menggunakan mobil listrik akan meningkat sekitar 1,6 kali dibandingkan dengan mudik pada tahun 2025.
Sebagai langkah antisipasi, PLN melakukan optimalisasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sepanjang jalur mudik. Beberapa fasilitas pengisian daya ditingkatkan dari sistem pengisian lambat (slow charging) menjadi ultra fast charging, serta menambah jumlah unit pengisian.
Selain itu, jumlah SPKLU di jalur mudik juga ditingkatkan hingga sekitar 1,8 kali lipat dibandingkan sebelumnya. Upaya ini dilakukan agar pengguna kendaraan listrik dapat melakukan perjalanan mudik dengan lebih nyaman hingga kembali ke rumah.
PLN juga mengimbau masyarakat yang akan meninggalkan rumah selama mudik agar memastikan seluruh peralatan listrik dalam kondisi aman. Langkah ini penting untuk menghindari gangguan listrik maupun risiko kebakaran saat rumah ditinggalkan.
Masyarakat diminta memastikan perangkat seperti kompor listrik, setrika, dan peralatan elektronik lainnya telah dimatikan serta dicabut dari sumber listrik sebelum berangkat mudik.(BY)






