Agam  

Satgas Penanggulangan Bencana Banjir Bandang dan Longsor Adakan Rapat Evaluasi Harian

Agam, fajarharapan.id – Faktor komunikasi, sinergi, dan kerjasama yang kuat antara semua pihak terlibat menjadi kunci utama keberhasilan dalam penanggulangan bencana, selain evakuasi korban.

Hal ini terbukti dalam penanganan pasca banjir bandang lahar dingin Gunung Marapi dan tanah longsor di beberapa Kecamatan wilayah Kabupaten Agam bagian timur pada Sabtu, 11 Mei 2024.

Dalam upaya meningkatkan sinergitas, Pemerintah Daerah dan Satgas mengadakan rapat evaluasi harian pada Rabu, 15 Mei 2024, di posko utama penanggulangan bencana banjir bandang dan tanah longsor SDN 08 Simpang Bukik Nagari Bukit Batabuah, Kecamatan Canduang, dengan melibatkan 6 Kecamatan terdampak di bawah kepemimpinan Kalaksa BPBD Kabupaten Agam, Budi Prawiranegara.

Rapat evaluasi yang sudah berlangsung tiga kali ini bertujuan membangun dan memelihara komunikasi serta kerjasama yang solid. Dalam rapat tersebut dievaluasi kegiatan evakuasi korban, penyaluran bantuan, perencanaan langkah-langkah berikutnya, serta mencari solusi terhadap hambatan-hambatan yang muncul, serta menerima laporan dari masing-masing Satgas.

Baca Juga  Santri TPA/MDA Berpotensi Jadi Hafidz

“Berdasarkan arahan Bupati Agam, kami secara rutin melakukan rapat evaluasi setiap sore selama masa tanggap darurat. Hal ini penting untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya dalam penanganan bencana, serta memperbaiki sarana dan prasarana pendukung untuk hari berikutnya,” ujar Budi melalui Kabid KL Ichwan Putra Danda.

Ichwan menambahkan bahwa rapat sore tersebut diselenggarakan untuk memastikan informasi yang diperoleh lengkap, serta untuk memperbaiki protap yang sudah dilakukan dan sarana prasarana yang masih kurang dalam evakuasi.

“Pada rapat ini juga dibahas cara mengatasi kekurangan tersebut dengan menyampaikan kepada pimpinan atau meminta bantuan dari pihak terkait,” tambahnya.

Peserta rapat evaluasi meliputi satgas dari BPBD, Pol PP Damkar, anggota TNI/Polri, SAR, dan walinagari beserta perangkat, para relawan, LSM, serta 7 Kecamatan terdampak seperti Canduang, Sungai Pua, IV Koto, Ampek Angkek, Palembayan, Malalak, dan Palupuah dengan kehadiran para camat.

Baca Juga  Heboh Isu Pengkotak-kotakan Wartawan di Agam, Kadiskominfo Beri Penjelasan

Ichwan menegaskan bahwa hingga hari kelima, satgas tidak mengalami kesulitan berarti dalam penanganan dan evakuasi korban. Mereka telah berhasil mengevakuasi 22 korban meninggal dunia.

“Kami akan terus melakukan pencarian dan evakuasi korban yang masih belum ditemukan serta menyalurkan bantuan dari para donatur. Kami berharap semua korban dapat dievakuasi dan bencana ini tidak akan terulang,” tutup Ichwan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *