Agam  

Bawaslu Kabupaten Agam Selengarakan Rapat Koordinasi Pemilu

Agam,Fajarharapan.id – Bawaslu Kabupaten Agam Selengarakan Rapat Koordinasi Penyelesaian Sengketa Pemilu.

Rakor ini diselenggarakan di hotel nuansa Maninjau, Ambun Pagi Kecamatan Matur, Jumat (29/9/2023).

Rakor ini diikuti oleh 17 Partai peserta Pemilu, Polres Agam, Kodim 0304/Agam dan Pemerintah Daerah, Diskominfo dan Badan Kesbangpol serta Panwaslu Kecamatan se Kabupaten Agam.

Sementara Narasumber Komisioner Bawaslu Provinsi Sumatera Barat Vifner, SH, mantan Komisioner Bawaslu Kabupaten Agam Hendra Susilo SP, dan Muhammad Fauzan Azim dari Akedemisi UIN Imam Bonjol Sumatera Barat.

Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Agam, Yuli Zamra, SSos saat melaporkan penyelenggaraan Rakor ini mengatakan bahwa Pemilu yang akan dilaksanakan pada awal Februari 2024 dapat berjalan dengan baik dalam kondisi damai dan terlaksana dengan Jurdil dan Luber di Kabupaten Agam.

“Semua partai politik yang terlibat dalam pemilu kita harapkan paham dengan langkah- langkah penyelesaian sengketa yang terjadi dalam pemilu dalam rangka menjalankan pemilu damai tanpa ada sengketa.” katanya.

Sementara Ketua Bawaslu Kabupaten Agam, Suhendra Pemilu merupakan sarana demokrasi rakyat untuk memilih wakil dan pemimpin yang akan menjalankan estafet kepemimpinan dari daerah hingga nasional sekaligus mencontohkan bahwa Pemilu dengan lomba lari yang mungkin akan terjadi gesekan – gesekan yang dialami oleh peserta yang perlu diselesaikan.

Baca Juga  Pemkab Agam Raih Penghargaan Pembangunan Daerah Tingkat Sumbar

” Pemilu bisa kita contohkan dengan lomba lari yang mungkin terjadi gesekan antar peserta yang perlu diselesaikan. “contoh Suhendra.

Lebih jauh Kepala Divisi penanganan dan pelanggaran Bawaslu Provinsi Sumatera Barat Vifner SH MH C Med dalam keterangannya salah satu menyampaikan isu-isu strategis yang perlu mendapatkan perhatian dalam penyelenggaraan pemilu 2024.

” Ada 4 isu yang harus mendapat perhatian kita bersama dalam rangkaian pelaksanaan pemilu tahun 2024 yaitu netralitas penyelenggara pemilu dan ASN, polarisasi masyarakat, mitigasi dampak penggunaan medsos serta pemenuhan hak memilih dan dipilih” kata vifner.

Dalam rakor ini juga disampaikan tentang persoalan penyelenggaraan penyelesaian sengketa pemilu lainnya berdasarkan Undang -undang No. 7 Tahun 2017.

Fauzan yang didapuk sebagai narasumber sengketa proses antar peserta pemilu dalam salah satu materinya menerangkan disamping peran serta penyelenggara dan peserta pemilu, peran serta Ninik Mamak dalam mencegah sengketa dalam pemilu juga diharapkan sehingga suksesi pemilu untuk menghadirkan pemerintahan yang baik dapat terlaksana.

Baca Juga  Enam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama yang Kosong di Agam Kembali Terisi

“Peran serta semua pihak termasuk ninik mamak juga kita harapkan dalam mengawasi pemilu agar terlaksana dengan baik karena dengan proses yang baik akan menghasilkan pemerintah yang baik namun jika sebaliknya proses yang jelek akan menciptakan pemerintahan yang buruk” kata Fauzan.

Tambahnya dalam pemilu perlu juga diatasi dan dicegah money politic (Politik Uang). Hal ini sering terjadi di daerah perkotaan karna masyarakatnya merupakan warga urban berbeda dengan di daerah kabupaten.

Diujung acara dibuka sesi tanya jawab tentang pencegahan sengketa pemilu yang diajukan oleh Anggota PKS dan dijawab langsung oleh narasumber.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *