Agam  

Agam Kembali Raih Penghargaan Kabupaten Layak Anak Kategori Nindya

Bupati Agam, Andri Warman menerima penghargaan kabupaten layak anak kategori Nindya
Bupati Agam, Andri Warman menerima penghargaan kabupaten layak anak kategori Nindya

Agam, fajarharapan.id – Kabupaten Agam kembali menerima penghargaan Kabupaten Layak di Anak (KLA) kategori Nindya. Penghargaan diterima Bupati Agam Dr H Andri Warman MM dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati SE MSi, di Ballroom Hotel Padma Semarang, Sabtu (22/7/2023).

“Alhamdulillah, Agam berhasil mempertahankan Anugerah Kabupaten Layak Anak Nasional Katagori Nindya,” ungkap Bupati Agam, saat menerima penghargaan KLA di Semarang.

Andri Warman juga menyebutkan penghargaan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang telah memberikan dukungan maksimal sehingga terciptanya daerah layak anak.

Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang Darmawati menyampaikan, Penghargaan KLA tahun ini menunjukkan peningkatan yang cukup tajam di masing-masing kategori dari tahun sebelumnya.

Hal tersebut mencerminkan komitmen dan keseriusan para pemimpin daerah dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan terwujudnya pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak di wilayah mereka masing-masing.

Baca Juga  Bupati Agam Lepas Calon Jamaah Haji Agam Kloter 06 Embarkasi Padang

“Penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak ini merupakan suatu bentuk apresiasi kami atas segala komitmen dan keseriusan para Gubernur, Bupati, Wali Kota, dan jajarannya yang telah serius berupaya menghadirkan wilayahnya yang aman bagi anak. Amanat kontitusi pun mewajibkan negara untuk memenuhi semua hak anak, melindungi anak, dan menghargai pandangan anak sebagaimana tercantum dalam Konvensi Hak Anak yang diratifikasi melalui peraturan perundangan lainnya,” ungkap Bintang.

KLA adalah penghargaan yang diberikan oleh Kementerian PPPA kepada kabupaten/kota yang memiliki sistem pembangunan hak dan perlindungan khusus anak secara menyeluruh, berkelanjutan, dan terencana.

Suatu kabupaten/kota dapat disebut layak anak, apabila memenuhi 24 Indikator yang didukung dengan Kecamatan dan Desa (Nagari) Layak Anak. Indikator KLA dikembangkan mengacu pada Konvensi Hak Anak (KHA) dan peraturan perundang-undangan terkait anak.

Baca Juga  Bupati Agam Harap Jiwa Malapeh Lebih Berkembang

Adapun peringkat KLA tertinggi ialah Utama, dengan pencapaian indikator 801 s/d 900, disusul Nindya dengan pencapaian indikator nilai 701 s/d 800. Selanjutnya, Madya dengan pencapaian indikator nilai 601 s/d 700, dan paling buncit Pratama dengan pencapaian indikator standar minimum 501 s/d 600.

KLA diharapkan dapat mendorong tersedianya peraturan daerah/kebijakan yang dapat mendukung upaya pencegahan, penyediaan layanan, penguatan, dan pengembangan lembaga termasuk anggarannya. (zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *