Agam  

Kekayaan Sumber Daya Alam Agam Aset yang Tidak Boleh Dibiarkan

Agam, fajarharapan.id – Kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) di Kabupaten Agam adalah aset yang tidak bisa dibiarkan oleh pemerintahan daerah untuk memacu lajunya pertumbuhan perekonomian masyarakat.

Bupati Agam, Andri Warman diwakili Sekdakab Agam, Edi Busti membuka “Pelatihan Tata Kelola, Bisnis dan Destinasi Wisata” di Hotel Sakura Syari’ah, yang diikuti walinagari dan ketua Bamus nagari se-Kabupaten Agam, Kamis (20/7/2023).

Edi Busti menyebutkan terpilihnya Kabupaten Agam sebanyak dua kali sebagai peraih penghargaan ADWI dari pemerintahan pusat sebagai desa wisata terbaik di Indonesia diwakili oleh Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya dan Nagari Lawang, Kecamatan Matur.

Sebagai penerima penghargaan dari ADWI tidak terlepas dari pengelolaan pelaku pariwisata untuk mengambil peluang atau memiliki jiwa entrepreneurship dan menciptakan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung wisata.

“Rasa aman dan nyaman merupakan daya tarik utama berkembang atau tidaknya sebuah destinasi wisata,” sebutnya dihadapan peserta pelatihan.

Baca Juga  Bupati Agam Tandatangani Pakta Integritas Ini

Ditambahkan Edi Busti, sebagai contoh, pulau Bali adalah tujuan wisata berskala nasional dan internasional karena pengelola wisatanya lebih mengutamakan memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung wisata, juga mengedepankan kemudahan dalam berinvestasi di daerah itu.

“Setiap desa memiliki objek-objek wisata yang dibangun dan dikelola sendiri tanpa tergantung peran Pemerintah, mereka selalu memberikan kemudahan bagi investor,” tambahnya.

Berdasarkan Keputusan Bupati Agam Nomor 313 Tahun 2021 tentang Nagari Wisata, 21 Nagari di Kabupaten Agam sudah masuk sebagai Nagari Wisata dari 92 Nagari yang ada di Agam.

Lanjut Edi Busti, salah satu upaya dalam pengembangan nagari adalah melalui pengembangan pariwisata, karena sektor pariwisata mampu memberikan kontribusi yang besar untuk kesejahteraan masyarakat.

“Untuk memajukan pariwisata di nagari sangat diperlukan kolaborasi antara Pemkab, Kecamatan, Nagari, Bamus di Nagari, tokoh masyarakat dan lainnya, sehingga sentuhan dalam mengembangkan pariwisata akan lebih mudah dilaksanakan,” ungkap Edi Busti.

Baca Juga  Alokasi Dana Desa di Agam Naik Menjadi Rp94,15 Miliar pada 2024

Ditambahkan Edi Busti, Wali Nagari dan Bamus harus bersinergi dalam menjalankan program-program pembangunan kepariwisataan, tentunya hubungan antara keduanya harus saling mendukung dan harmonis.

“Carilah inovasi-inovasi dan peluang di sektor pariwisata yang bisa menjadi sumber pendapatan nagari yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk pembangunan bagi masyarakat,” tambahnya.

Diharapkan melalui pelatihan ini peserta dapat mengetahui dan memahami pengetahuan dasar kepariwisataan serta dapat menciptakan kolaborasi dalam pengembangan pariwisata di nagari.

“Pelatihan ini hendaknya mampu memberikan dampak pada peningkatan penjualan dan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Agam nantinya,” pungkasnya.(zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *