Agam  

Cegah Stunting Itu Penting, Ini yang Dilakukan Pemkab Agam

Bukittinggi – Ketua TP-PKK Agam Ny Yenny Andri Warman didampingi Koordinator Pokja II, Ny El Edi Busti ikuti penyuluhan kesehatan PKK tingkat Sumatera Barat di Istana Bung Hatta, Bukittinggi, Senin,(17/7).

Penyuluhan yang diikuti seluruh anggota PKK kabupaten/kota se Sumatera Barat itu merupakan rangkaian Jambore kader PKK Berpretasi ke-20 dan peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-51 tingkat Sumatera Barat.

Bertindak sebagai narasumber dalam penyuluhan itu Ketua TP PKK Sumbar Ny Hj Harneli Mahyeldi dengan materi peranan PKK dalam percepatan penurunan stunting dan dr Ermawati Dinkes Sumbar dengan materi deteksi dini penyakit kanker dalam keluarga.

Dalam paparannya, Ny Hj Harneli menyampaikan, jumlah balita stunting di 10 kabupaten/kota terbesar tahun 2021 di Sumatera Barat sebanyak, 103.724 orang.

Baca Juga  Ny Yenni Andri Warman Hadiri Pertemuan Bulanan BKMT Palupuah

Sedang, jumlah balita stunting di 10 kabupaten/kota tahun 2022 di Sumatera Barat meningkat menjadi, 105.761 orang.

“Saat ini Indonesia masih dihadapkan dengan tingginya angka prevalensi stunting, berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) diketahui 1 dari 4 anak mengalami stunting dengan angka pravelensi sebesar 24,4 persen, sedangkan untuk Sumatera Barat sebesar 23,3 persen. Secara angka kita dibawah nasional, tapi target Sumbar adalah 14 persen,”sebutnya.

Hj Harneli Mahyeldi mengatakan, gerakan PKK dalam pencegahan stunting yang pertama, satu kesatuan tim kerja yang didukung sistem dan mekanisme pendataan oleh sekretariat.

“Ada Pokja I yaitu membentuk perilaku, mental dan spritual, Pokja II, peningkatan ekonomi keluarga, Pokja III yakni, optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan melalui hatinya PKK dan Pokja IV, perencanaan sehat. Itu semua mengacu kepada penurunan angka stunting,”katanya.

Baca Juga  BKSDA Sumbar Evakuasi Biawak Masuk Sekolah

Disampaikan, sesuai dengan tugas fungsi TP PKK berserta para kader berperan dalam penyuluhan dan motivasi kepada keluarga-keluarga dan pencatatan sederhana.

Ny Hj Harneli Mahyeldi berharap, dengan ilmu yang diperoleh dari penyuluhan digelar dapat meningkatkan kinerja para kader PKK kabupaten/kota untuk melakukan upaya penekanan angka prevelensi stunting.

“Bersama turunkan angka stunting sampai target 14 persen. Mencegah stunting itu penting,” tegasnya.

Selain penyuluhan tersebut juga berlansung, lomba bermain peran Pola Asuh Anak di Era Digital (PAAREDI), cerdas cermat (CC) dan lomba ekspose kegiatan PKK oleh ketua PKK nagari, desa/kelurahan.(zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *