Maswar Maju Bersama Partai Golkar Kota Pariaman Pada Pemilu DPRD 2024 ; Ini Pemikirannya ..!

Kota Pariaman – Sejak lima tahun terakhir, pembangunan fisik infrastruktur terus berjalan, dan geliat pariwisata juga ikut terasa mengiringi. Sehingga kunjungan wisatawan pun terus meningkat berdatangan ke Kota Pariaman. Hal itu pertanda sektor ekonomi masyarakat, telah menunjukan trending positif untuk kesejahteraan masyarakat Kota.

Untuk penyeimbang pembangunan fisik yang begitu pesat dengan pariwisata, maka pembangunan mental spritual sangat penting kepada warga Kota. Kita mengakui bahwa sektor pembinaan keagamaan telah berjalan baik, namun kedepannya agar ditingkatkan lagi yang lebih menyentuh kepada lapisan bawah. Setidaknya ada pemberdayaan dari Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman kepada lembaga dan organisasi keagamaan. Seperti LPTQ, FKUB, MUI, BMT dan DMI.

“Karena, lembaga dan organisasi keagamaan inilah yang langsung bersentuhan dengan ummat. Selama ini, kita mengamati belum maksimal untuk diberdayakan. Seperti LPTQ untuk melaksanakan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ). Mana ada kegiatan MTQ sejak dari Tingkat Kota, Kecamatan, Desa dan Kelurahan di Kota Pariaman. Apalagi kegiatan lembaga keagamaan lainnya” kata Drs.H.Maswar, MA ketika bercakap-cakap dengan awak media ini pada salahsatu Pojok Warung di Kawasan Terminal Jati, Kota Pariaman, Rabu (11/10/2023).

Maswar yang pernah Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pariaman pertama itu menyebutkan, pembinaan dan pemberdayaan LPTQ itu misalnya, adalah dari pihak Pemerintah secara berjenjang. Sebab dibentuk oleh Pemerintah Pusat melalui surat keputusan bersama Menteri Dalam Negeri dengan Menteri Agama. Sehingga dalam susunan kepengurusan itu harus dipegang pihak Mendagri, Pemprov, Pemkab dan Pemko. Sedangkan pihak Kantor Kemenag hanya menangani masalah teknisnya saja.

Baca Juga  Lepas Kontingen Kwarcab16 Pramuka Kota Pariaman Ikuti KBN Tingkat Sumbar ; Ini Pesan Pj Walikota Pariaman

“Pemahaman ini yang perlu kita luruskan, bahwa pelaksanan MTQ itu adalah melalui program kerja LPTQ. Disinilah, peran pihak Pemprov, Pemkab dan Pemko untuk melakukan pembinaan. Timbul pertanyaan kenapa MTQ tak bisa terlaksana, itu sebagai contoh ?” ucap Maswar penasaran.

Mengamati kepada fenomena tentang pembinaan kehidupan beragama warga Kota Pariaman ini, maka ia bersedia maju menyalurkan aspirasi itu bersama Partai Golongan Karya (Golkar) dalam pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 DPRD Kota Pariaman pada Dapil 1 Pariaman Tengah.

“Kita maju sebagai Calon Legislatif (Caleg) DPRD Kota Pariaman Pemilu 2024 dari Partai Golkar dengan nomor urut 5 ini, atas ajakan dari Ketua DPD Partai Golkar Mardison Mahyuddin, dan desakan dari teman-teman lainnya. Apalagi melihat belum maksimal untuk mengakomondir tentang pembinaan lembaga keagamaan di tengah-tengah masyarakat” terang Maswar yang pernah Kabid Penais Zawa Kanwil Kemenag Sumbar itu.

Ia mengaku tahu betul tentang prosedur kegiatan pembinaan lembaga keagamaan. Seperti LPTQ, MUI, DMI, BKMT, DMI dan lainnya. Kita bukan mengabaikan kegiatan pembinaan keagamaan melalui penyuluhan agama, dan pendidikan keagamaan di MDTA, MDTW yang telah terlaksana. Itu memang kita akui salah satu bidang telah berjalan sebagaimana harapan bersama. Yang lainnya, maka sangat perlu kita benahi secara bersama-sama.

Ia berpendapat, alangkah elok dan baiknya kita berdayakan lembaga dan organisasi keagamaan yang diakui Pemerintah. Kehidupan keagamaan inilah yang perlu kita lebih ditingkatkan kegiatannya di tengah-tengah masyarakat pada masa mendatang.

Baca Juga  MIN 1 Kota Pariaman Dinilai Tim Verifikasi UKS/M Tingkat Provinsi Sumatera Barat.

“Berdasarkan hal demikian, bila kita telah terpilih nantinya, tentu kita memberikan ide dan pemikiran melalui DPRD Kota Pariaman. Sehingga pergerakan ekonomi masyarakat lancar dan stabil, kehidupan beragama mereka juga berjalan secara baik pula. Pun seimbang jadinya, rakyat bahagia dunia wal akhirat” ungkap dia.

Ia menambahkan, bila kehidupan beragama masyarakat dan keluarga telah baik, tentu nantinya mereka telah punya pegangan dalam kehidupan beragama, terkhusus generasi muda . Kita terus membangun infrastrukur dan pariwisata, sedangkan pembinaan keagamaan masyarakat harus digiatkan pula.

“Sehingga kehidupan beragama masyarakat, apalagi generasi muda Kota Pariaman ini, telah siap menghadapi tantangan zaman kedepannya. Disinilah, peran kehidupan beragama masyarakat dan keluarga” tegas Maswar yang pernah Kepala MAN 2 Padang Pariaman itu.(ssc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: