Kotim  

Tingkatkan Literasi di Kotawaringin Timur, Kolaborasi Sukses bersama Kemendikbud Ristek

Sampit, fajarharapan.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) aktif berpartisipasi dalam kegiatan kolaborasi untuk meningkatkan literasi di daerah, Sabtu 9 September 2023.

Kegiatan itu diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) di Yogyakarta. Kegiatan ini telah berlangsung sejak tanggal 8 hingga 10 September 2023.

Dalam suasana yang penuh semangat, sejumlah narasumber terkemuka dari bidang pendidikan dan literasi turut hadir dalam acara ini.

Salah satunya adalah Dr. Siti Wulan, seorang pakar pendidikan yang telah banyak memberikan kontribusi besar dalam pengembangan kurikulum pendidikan di Indonesia. Dalam pidatonya, Dr. Siti Wulan berbicara tentang urgensi peningkatan literasi di era digital ini.

“Dalam dunia yang semakin terhubung secara digital, literasi menjadi kunci untuk memastikan anak-anak kita mampu bersaing dan beradaptasi dengan perubahan yang cepat. Program Merdeka Belajar yang dicanangkan oleh Kemendikbudristek adalah langkah positif dalam meningkatkan literasi di Indonesia,” ungkap Dr. Siti Wulan.

Selain itu, Prof. Bambang Susanto, seorang ahli teknologi pendidikan, juga memberikan wawasan yang berharga tentang bagaimana teknologi dapat digunakan sebagai alat pendukung literasi. Beliau menjelaskan bagaimana aplikasi dan platform digital dapat memudahkan proses pembelajaran, terutama di masa pandemi ini.

Baca Juga  Nur Mentaya Expo Bagian dari Porprov Kalteng 2023, Bupati; Dorong Pemberdayaan UMKM

“Dengan pemanfaatan teknologi yang bijak, kita dapat memperluas akses pendidikan dan membantu guru-guru serta siswa-siswa untuk terus belajar meskipun dalam situasi sulit seperti saat ini,” kata Prof. Bambang Susanto.

Sementara itu, Kasi Kurikulum dan Pembina SD Disdik Kotim, Akbar, yang juga hadir dalam acara tersebut, berbagi pengalaman sukses dalam menerapkan program Merdeka Belajar di wilayah Kotim. Ia mengungkapkan bagaimana kolaborasi dengan komunitas lokal telah memainkan peran kunci dalam menjalankan program ini.

“Apa yang kami lakukan di Kotim adalah contoh nyata bagaimana kolaborasi dengan komunitas dapat membantu menyebarkan informasi dan menjalankan program Merdeka Belajar dengan sukses. Kami berharap bahwa kolaborasi semacam ini dapat menular ke daerah lain dan memberikan dampak positif yang sama,” kata Akbar.

Acara berlangsung dengan penuh semangat, dengan diskusi aktif antara narasumber dan peserta. Para guru dan pendidik yang hadir juga berbagi pengalaman mereka dalam menerapkan program Merdeka Belajar di sekolah mereka masing-masing. Semangat untuk meningkatkan literasi di Indonesia terasa sangat kuat dalam ruang konferensi tersebut.

Baca Juga  Pemkab Kotim Galang Kesadaran Perlindungan Anak dalam Peringatan HAN 2023

Dalam kesempatan yang sama, Komunitas Pengajar regional Kalimantan Tengah turut hadir dan berkomitmen untuk terus mendukung upaya-upaya peningkatan literasi di daerah mereka. Mereka menyatakan tekad mereka untuk memberikan dampak positif bagi para anggota komunitas dan guru-guru di sekitarnya melalui kegiatan yang bermanfaat dan bermartabat.

Dengan berakhirnya acara ini, harapan untuk perbaikan kualitas pendidikan bagi anak-anak Indonesia semakin kuat. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pakar-pakar pendidikan menjadi kunci dalam mewujudkan visi ini. Semua yang hadir di acara ini meninggalkan dengan semangat tinggi dan tekad untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan literasi di Indonesia. (audy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d