Notification

×

Adsense atas

Adsen

Warga Keluhkan Tumpukan Sampah di Belakang Pasar Talu

Minggu, 22 Januari 2023 | 20:50 WIB Last Updated 2023-01-22T13:50:35Z

Inilah tumpukan sampah yang menjadi keluhan warga.



Pasbar  - Warga sekitar dan pengunjung pasar mengeluhkan tumpukan sampah di belakang Pasar Talu, Pasaman Barat (Pasbar), Sumatera Barat (Sumbar. Sebab pandangan tak sedap itu mengundang bau busuk dan lalat banyak beterbangan. Selain kumuh juga akan mengundang berbagai penyakit.


Sampah berserakan, seakan pasar tersebut tidak terurus dan membuat lingkungan sekitar menjadi kotor. Bahkan di belakang pasar terbentang aliran sungai Batang Sinuruik. 


Hujan yang mengguyur juga memperparah kondisi di sekitar gunungan sampah itu. Air hujan yang mengalir dari tumpukan sampah berubah menjadi berwarna putih kehijauan. Kondisi itu berimbas pada aktivitas pengunjung di pasar maupun pedagang yang berhadapan langsung dengan tempat pembuangan sampah sementara itu. Bahkan beberapa pedagang memutuskan untuk tak berjualan di los bagian belakang.


Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pasaman Barat, Armi Ningdel melalui Kapala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Andika Saputra, SE. MM, menanggapi keluhan masyarakat tersebut.


"Hari ini kita sudah mengangkut sampah pasar yang menumpuk menggunakan mobil sampah. Selanjutnya dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir di Muara Kiawai," kata Andika, Minggu (22/1/2023).


Sementara Ketua Pengurus Pasar Serikat Talu-Sinuruik, Nurli Efendi  mengatakan, perlu dilaksanakan musyawarah duduk bersama pemerintahan Nagari Talu dan Nagari Sinurut, beserta Bamus Nagari untuk membicarakan persoalan sampah tersebut.


"Pertama menetapkan peraturan Nagari (Perna) tentang Pasar Serikat Talu Sinuruik. Kedua perlu membentuk kepengurusan Pasar Serikat Talu yang sesuai dengan Perna yang telah ditetapkan. Namun sampai sekarang ini perna perubahan belum juga ditetapkan," kata Efendi.


Selanjutnya untuk pembuangan sampah merupakan tanggung jawab bersama dan perlu dibicarakan secara seksama, kemana dan dimana lokasi pembuangannya.


Sementara itu, Pj. Wali Nagari Sinuruik, Refi Putra menyampai untuk perencanaan kedepannya pengelolaan sampah pasar serikat Nagari Talu Sinuruik akan di kelola di TPST (TPS3R) yang telah dibangun di akhir tahun 2022 oleh pihak Dinas Lingkungan Hidup.


"Di tahun 2023 ini akan segera dioperasionalkan, sehingga sampah organik dapat diolah menjadi pupuk kompos padat dan bisa juga diolah menjadi pupuk cair melalui komposter dan juga dapat menghasilkan blatung yang mempunyai nilai ekonomis, sehingga kita dapat mengurangi sampah dihulu , sampah yang dibuang ke kontener adalah benar benar residu. Untuk itu Kami mohon juga kepada dinas terkait pengangkutan sampah rutin setiap minggunya," tambahnya. (By Roni)


ADSEN KIRI KANAN