Notification

×

Adsense atas

Adsen

TNI AL Akan Beli Drone hingga Senjata Sniper Modern untuk Perkuat Alutsista

Senin, 16 Januari 2023 | 15:54 WIB Last Updated 2023-01-16T08:54:00Z

TNI AL akan membeli alutsista modern.



Jakarta - Korps Marinir , TNI AL mencanangkan pembelian drone hingga senjata sniper modern. Senjata tersebut nantinya bakal digunakan para infanteri Korps Marinir.  Tidak hanya itu, TNI AL juga tengah memantau pengadaan senjata untuk perorangan.


Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali mengatakan, pihaknya tengah memilih senjata dengan spesifikasi terbaik, dan mengutamakan produk dalam negeri.  "Untuk senjata senapan untuk sniper memang kita sedang memilih mana yang terbaik di antara yang sudah ditawarkan kepada kita, dan kita tetap mengutamakan produk dalam negeri," kata Ali saat ditemui usai acara tabur bunga peringatan Hari Dharma Samudera 2023, di Jakarta, Senin (16/1/2023),sebagaimana dikutip iNews.id. 


Namun, Ali menegaskan, pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk membeli persenjataan dari luar negeri.  "Namun apabila ada hal hal yang spesifik terkait dengan peralatan, maka bisa saja kita membeli dari luar negeri namun tetap yang didahulukan adalah yang di dalam negeri," ucapnya.  


Sementara itu, Wakil KSAL Laksamana Madya Ahmadi Heri Purwono mengatakan, senjata sniper yang akan dibeli merupakan yang paling modern. Tidak hanya itu, kata Heri, TNI AL juga tengah memantau pengadaan senjata untuk perorangan. Senjata-senjata tersebut bakal digunakan pasukan khusus, yakni Detasemen Jalamangkara (Denja) dan Intai Amfibi (Taifib). 


“Kita juga sedang membeli alat perorangan senjata untuk melengkapi pasukan khusus kita, yaitu Denjaka dan Taifib, juga perorangan pasukan-pasukan infanteri (Marinir) kita, ada sniper yang paling modern, ada drone,” ujar Heri di Sarang Petarung Marinir, Cilandak, Jakarta Timur, Selasa (15/11/2022). 


Heri menambahkan, penambahan perlengkapan senjata modern itu tidak lepas dari perang yang tengah berkecamuk di Ukraina. Pasalnya, drone menjadi salah satu senjata yang kerap digunakan oleh Rusia maupun Ukraina. 


“Insya Allah di 2023-2024 nanti kita akan mengambil senjata itu, perlu proses, ada negosiasi," katanya.(*)


ADSEN KIRI KANAN