Notification

×

Adsense atas

Adsen

Saudi, Negara-Negara Arab, Kecam Pembakaran Al Quran di Swedia

Minggu, 22 Januari 2023 | 12:17 WIB Last Updated 2023-01-22T05:17:06Z

 

Politikus ekstrem Kanan Rasmus Paludan membakar salinan kitab suci Al Quran dalam protes di Stockholm, Swedia, 21 Januari 2023


Riyadh – Aksi pembakaran Al Quran dalam protes di Stockholm, Swedia pada Sabtu, (21/1/2023) mendapat kecaman dari berbagai pihak, termasuk negara-negara Arab san mayoritas Muslim.


Kementerian luar negeri Arab Saudi pada Sabtu mengutuk keras otoritas Swedia karena mengizinkan pembakaran Al Quran oleh politisi sayap kanan di luar kedutaan Turki di Stockholm itu, sebagaimana dikutip Okezone.com.


“Kementerian luar negeri menegaskan posisi tegas Kerajaan menyerukan pentingnya menyebarkan nilai-nilai dialog, toleransi dan koeksistensi, serta menolak kebencian dan ekstremisme,” kata kementerian itu dalam pernyataan yang diunggah di akun Twitter-nya, sebagaimana dilansir Reuters.


Pembakaran Al Quran tersebut dilakukan oleh Rasmus Paludan, pemimpin partai politik sayap kanan Denmark Hard Line. Paludan, yang juga berkewarganegaraan Swedia, pernah mengadakan sejumlah demonstrasi di masa lalu dimana dia membakar Al Quran.


Dalam izin yang diperolehnya dari polisi, dikatakan bahwa protesnya dilakukan terhadap Islam dan apa yang disebut upaya Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk mempengaruhi kebebasan berekspresi di Swedia.


Selain Arab Saudi, negara-negara Arab lainnya, termasuk Yordania dan Kuwait juga menyatakan kecaman atas aksi tersebut. Ini bukan merupakan pertama kalinya aksi pembakaran Al Quran digelar di Swedia.


Menanggapi aksi pembakaran Al Quran tersebut, Turki telah menanggil duta besar Swedia di Ankara dan membatalkan kunjungan menteri pertahanan Swedia ke Ankara yang telah dijadwalkan sebelumnya. (*)



ADSEN KIRI KANAN