Notification

×

Adsense atas

Adsen

Pengeluaran Izin Produk Tanah Clay di Gunung Sarik Harus Ditunda

Senin, 16 Januari 2023 | 08:24 WIB Last Updated 2023-01-16T01:24:19Z

Advokat Poniman dan Vino Oktavia


Padang, fajarsharapan.id- Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar didesak menunda mengeluarkan izin produksi tanah clay di Gunung Sarik, Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).


Alasannya, tanah yang berlokasi pengeluaran tanah clay di Gunung Sarik masih berpersoalan hukum, karena merupakan aset tanah STIE KBP Padang.


Hal itu diungkapkan dua pengacara dari kantor Hukum Poniman Agusta & Associates yakni Poniman dan Vino Oktavia kepada wartawan, kemarin.


Dua pengacara tersebut meminta kepada ESDM tidak gebabah mengeluarkan izin produksi tanah clay tersebut. Mereka meminta untuk tidak mengeluarkan izin operasi produksi pada lahan galian tanah clay di Gunung Sariak Kuranji. 


Alasannya, lahan tersebut sedang bermasalah kepemilikan di Polresta Padang pada tahun 2021 lalu.


Poniman menyebut, lahan yang berlokasi di Gunung Sariak Kuranji tersebut adalah aset STIE KBP yang diambil alih oleh pihak terlapor atas inisial LB dan mengelolanya.


"Bila Dinas ESDM Sumbar bersikukuh untuk mengeluarkan izin, artinya sudah melakukan perbuatan melawan hukum dan merugikan kepentingan klien kami," kata Poniman.


Lebih jauh disebutkan Poniman, ada sekitar 17 hektare lahan di Gunung Sarik tersebut yang merupakan aset STIE KBP dengan sertifikat 6 persil. Sejak tahun 2020 sudah terjadi penambahan penambangan hampir 4 hektare di atas tanah aset STIE KBP.


Senada dengan itu, Vino Oktavia menambahkan, lahan tanah clay itu kondisinya saat ini tetap beroperasi kendati izin operasi produksi belum keluar.


"Ini harus diperhatikan oleh Dinas ESDM dan harus segera dihentikan. Sistem operasinya main kucing-kucingan, bila ada petugas datang operasi dihentikan dan bila petugas sudah pergi operasi penambangan kembali dilakukan," sebut Vino.(roni dz)


ADSEN KIRI KANAN