Notification

×

Adsense atas

Adsen

Muzli: Saatnya Status Pasaman sebagai Daerah "Numpang Lewat" Ditanggalkan

Rabu, 04 Januari 2023 | 15:05 WIB Last Updated 2023-01-04T08:05:48Z

Muzli M. Nur 


Lubuk Sikaping, fajarharapan.id - Sebagai daerah otonom yang terbilang tua di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), yang telah melahirkan daerah pemekaran bernama Kabupaten Pasaman Barat; Kabupaten Pasaman saat ini memang telah mengalami kemajuan dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu.


"Fakta itu harus kita akui," kata H. Muzli M. Nur S. Pd., anggota DPRD Sumbar dari Daerah Pemilihan Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat di Lubuk Sikaping --ibukota Kabupaten Pasaman-- pada Rabu (4/1/2023) yang baru lalu.


Tapi, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengingatkan agar para pemangku kepentingan di Pasaman jangan cepat berpuas diri dengan realitas yang ada. "Karena sejatinya masih banyak tugas berat yang menghadang," katanya.


Kendati termasuk kabupaten tua dan telah mengalami kemajuan, menurut politisi yang sudah tiga periode duduk di DPRD Sumbar itu, untuk kondisi saat ini hampir belum ada yang bisa dibanggakan dari kabupaten yang berbatasan dengan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) itu.


Walau secara geografis posisi Pasaman terbilang menguntungkan karena dilewati ruas jalan negara yang ramai dan sibuk, menurut Muzli, posisi geografis yang terbilang strategis itu belum mendatangkan umpan balik yang memadai bagi Pasaman dan seluruh anggota masyarakat yang bermukim di dalamnya.


"Harus kita akui, untuk kondisi saat ini Pasaman hanya sebagai daerah untuk numpang lewat saja, baik yang dari Jakarta, Palembang dan lainnya," imbuh politisi yang pernah duduk selama dua periode di DPRD Kabupaten Pasaman itu.


"Kalau ingin Pasaman jauh lebih maju dari kondisi yang ada saat ini, saatnya status sebagai daerah hanya untuk numpang lewat saja ditanggalkan," tandasnya. Muzli menyebut pendidikan dan pertanian merupakan sektor yang bisa dijadikan sebagai magnet oleh Pasaman.


"Kalau kedua sektor itu maju saya yakin Pasaman akan menjadi daerah tujuan, bukan hanya sebagai daerah untuk numpang lewat saja," bebernya. Bila itu yang terjadi, sambung Muzli, perputaran uang di daerah ini akan bertambah banyak, yang berimbas langsung terhadap upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Menurut Muzli, harus ada upaya yang bersungguh-sungguh dan berkelanjutan untuk menjadikan Pasaman sebagai daerah pendidikan. "Karena kalau sudah demikian, orang akan berbondong-bondong datang dan menuntut ilmu di Pasaman," sebutnya.


Muzli juga menilai pertanian dalam arti luas sebagai sektor yang akan menjadi daya tarik Pasaman kalau sudah dikelola secara baik. "Tapi pertanian di sini adalah pertanian rakyat, bukan pertanian skala besar yang melibatkan investor," katanya.


Agar pertanian di Pasaman maju dan para pelaku yang terlibat di dalamnya sejahtera, menurut Muzli, harus ada upaya yang sungguh-sungguh dan berkelanjutan dari para pemangku kepentingan untuk mengubah pola dari sistem pertanian tradisional menuju mekanisasi. (spa)


ADSEN KIRI KANAN