Notification

×

Adsense atas

Adsen

Minim Publikasi, Legislator Muzli Klaim Punya Kiat Tersendiri Rebut Simpati Masyarakat

Selasa, 03 Januari 2023 | 20:10 WIB Last Updated 2023-01-03T13:10:50Z

.


Lubuk Sikaping, fajarharapan.id  - Dalam jagat politik lokal di tingkat Provinsi Sumatera Barat, sosok politisi Muzli M. Nur tergolong "langka' karena selama lima periode dipercaya duduk sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).


Setelah dua periode duduk di DPRD Kabupaten Pasaman, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini melebarkan sayapnya dengan membidik kursi DPRD Sumbar. Tapakan langkah Muzli berhasil. Termasuk periode yang sedang berjalan, yaitu untuk rentang waktu 2019-2024, Muzli sudah tiga periode duduk sebagai anggota DPRD Sumbar.


Di Pemilu 2024 mendatang, kembali Muzli berniat mencalonkan diri buat DPRD Sumbar untuk masa bakti 2024-2029. Sama dengan periode sebelumnya, Muzli akan maju dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat. "Mohon doa restunya," kata Muzli.


Padahal, dalam rentang panjang sejarah perjalanannya di politik praktis, sosok ini tergolong minim publikasi. Baik publikasi melalui media konvensional seperti media cetak dan media digital, Muzli juga tidak terlalu getol mensosialisasikan diri melalui media luar ruang seperti baliho, spanduk, stiker, dan lainnya.


Muzli sendiri mengakui hal itu. "Bila ada kegiatan di tengah masyarakat konstituen, saya jarang mengundang rekan-rekan wartawan untuk meliput," kata Muzli di Lubuk Sikaping, ibukota Kabupaten Pasaman, Selasa (3/1/2023) yang lalu.


Muzli punya pertimbangan tersendiri tentang itu. Dicontohkan, kalau mengandalkan media berbasis digital untuk mempublikasikan kegiatan ke tengah masyarakat, banyak titik, terutama di Kabupaten Pasaman, yang termasuk blank spot, atau kawasan yang tidak terjangkau oleh jaringan internet.


Makanya, menurut Muzli, ia lebih memilih mensosialisasikan diri dengan masuk langsung ke kantong-kantong masyarakat. Melelahkan? "Memang, tapi banyak nilai tambah yang bisa dipetik dengan cara seperti itu," katanya.


Selain mensosialisasikan program, visi dan misi, menurut Muzli, dengan cara seperti itu bisa langsung menyerap aspirasi masyarakat. "Kalau aspirasi sudah diserap, apalagi berhasil pula diperjuangkan di lembaga legislatif, simpati masyarakat akan datang dengan sendirinya," ungkap Muzli.


Muzli mengakui, dalam rangkaian kegiatannya mendatangi masyarakat, baik di Pasaman atau Pasaman Barat, aspirasi yang banyak mengemuka adalah soal pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan) dan pengadaan sejumlah jenis bibit tanaman.


"Alhamdulilah, sebagian besar berhasil diperjuangkan," ungkapnya. Muzli menyebut contoh belum lama ini, yaitu pengadaan bibit kelapa sawit untuk 90 hektar areal perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Pasaman Barat.


*Untuk alsintan, sejak duduk di DPRD Sumbar, sampai sejauh ini setiap tahun anggaran kita berhasil memperjuangkan alsintan untuk para petani, " katanya. Muzli menyebut, setiap tahun bisa diperjuangkan pengadaan alsintan untuk Pasaman dan Pasaman Barat dengan nilai Rp1 sampai Rp1,5 miliar. (spa)


ADSEN KIRI KANAN