Notification

×

Adsense atas

Adsen

Mau Rakyat Sejahtera? Muzli: Pasaman Harus Dipimpin Kepala Daerah Berkemampuan Lebih

Kamis, 05 Januari 2023 | 09:49 WIB Last Updated 2023-01-05T03:53:29Z

H. Muzli M. Nur S.Pd, anggota DPRD Sumbar dari daerah pemilihan Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat. (ist)


Lubuk Sikaping, fajarharapan.id - Karena kepemimpinan merupakan salah satu faktor yang termasuk menentukan, maka kemajuan Kabupaten Pasaman dan kesejahteraan yang merata bagi rakyatnya antara lain ditentukan oleh sosok yang dipercaya menjadi kepala daerah.


"Kalau Pasaman ingin maju dan masyarakatnya sejahtera, syaratnya antara lain adalah kepala daerah yang diberi amanah untuk memimpin kabupaten otonom ini harus memiliki kemauan yang lebih dari yang seharusnya," ujar H. Muzli M. Nur S.Pd, anggota DPRD Sumbar dari Daerah Pemilihan Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat (Pasbar).


Kepada fajarharapan.id di Lubuk Sikaping, ibukota Kabupaten Pasaman, Kamis (5/1/2023), politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menerangkan, salah satu indikator kepala daerah yang memiliki kemauan lebih adalah tidak menjadikan APBD setiap tahun anggaran sebagai satu-satunya sumber pembiayaan pembangunan, urusan pemerintahan dan kemasyarakatan.


"Ia, dengan segenap kemampuan dan sumber daya yang dimiliki akan berupaya sekuat tenaga untuk mencari sumber-sumber pembiayaan alternatif," beber Muzli. Juga, tambahnya, dengan mengerahkan semua perangkat daerah yang dipimpinnya.


Melakukan pendekatan ke pengambil kebijakan, baik di tingkat provinsi maupun pusat, menurut Muzli, merupakan langkah dan upaya yang dengan sepenuh hati dilakukan oleh kepala daerah yang seperti itu. Baik dilakukan secara pribadi maupun dengan mengerahkan segenap jajarannya.


"Tentu dengan mencari tahu secara saksama pihak-pihak yang diyakini memiliki kekuatan untuk mendatangkan dana tambahan," kata Muzli, sambil menyebut sejumlah nama di tingkat pusat yang punya kedekatan khusus dengan Presiden Joko Widodo.


Mantan anggota yang pernah duduk selama dua periode di DPRD Pasaman ini juga mengungkapkan, indikator lain kepala daerah yang memiliki kemauan lebih untuk memajukan daerah yang dipimpinnya dan mensejahterakan masyarakat tercermin di APBD pada setiap tahun anggaran.


Dikatakan, kalau sang kepala daerah memiliki kemauan lebih, tercermin dari rangkaian program dan kegiatan di APBD pada setiap tahun anggaran, yang didominasi oleh kegiatan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat di semua sektor pembangunan.


Sebaliknya, menurut Muzli, bagi kepala yang tidak memiliki kemauan lebih, mata anggaran di APBD pada setiap tahun anggaran lebih banyak dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur. "Bisa jadi dari mata anggaran seperti itu ada fee-nya," ujar Muzli menduga-duga. (spa)


ADSEN KIRI KANAN