Notification

×

Adsense atas

Adsen

Harga Emas Diproyeksi Naik di Tengah Ancaman Resesi Global 2023, Ini Faktornya

Minggu, 08 Januari 2023 | 13:59 WIB Last Updated 2023-01-08T06:59:51Z

Ilustrasi



Jakarta - Harga emas diproyeksikan akan merangkak naik signifikan tahun ini pada kisaran Rp1,5 juta-Rp1,6 juta per gram. Hal ini menjadi kabar baik bagi investor yang ingin menambah emas untuk dijadikan aset di tengah ancaman resesi global 2023. Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira, menjelaskan, Indonesia akan masuk pada fase emas sebagai aset pengaman di saat resesi. 


"Ada beberapa faktor pemicu naiknya harga emas. Salah satunya inflasi yang tinggi disertai berkurangnya kesempatan kerja atau biasa dikenal dengan stagflasi akan memacu investor membeli emas dalam jumlah besar," ujar Bhima kepada iNews.id, Minggu (8/1/2023). Bhima menambahkan, faktor kedua adalah beberapa negara memacu penerbitan bank emas atau bullion bank termasuk Indonesia dalam UU PPSK. Artinya, emas menjadi komoditi yang menarik dengan peminat semakin luas, sebagaimana dikutip iNews.id.



Ketiga, pengetatan moneter di negara maju membuat emas diandalkan sebagai hedging terhadap naiknya risiko suku bunga. Keempat, tidak ditemukan cadangan emas. 


"Terbukti dalam jangka pendek sehingga outlook supply emas tidak akan meredam kenaikan harga," tuturnya. Melihat proyeksi emas yang positif, Bhima menyarankan agar investor sebaiknya mulai menyisihkan portofolio investasi lebih besar ke aset emas, misalnya 25 persen dari total investasi. (*)



ADSEN KIRI KANAN