Notification

×

Adsense atas

Adsen

Bareskrim Usut Unsur Pidana Terkait Ngemis Online di TikTok

Kamis, 19 Januari 2023 | 18:07 WIB Last Updated 2023-01-19T11:07:04Z

 

Dit Tipidsiber Bareskrim Polri saat jumpa pers 


Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Siber (Dit Tipidsiber) Bareskrim Polri mengusut adanya unsur pidana, di balik konten ngemis online di media sosial platform Tiktok, dengan pemeran kaum lanjut usia (lansia).


"Dari pemeriksaan yanng dilakukan dari nenek tadi yang dilakukan pemeriksaan, nenek tadi tidak menjadi korban karena dia bagian dari pada konten kreator," kata Dir Tipidsiber Bareskrim Polri, Brigjen Adi Vivid Agustiadi Bachtiar dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis (19/1/2023),sebagaimana dikutip Okezone.com.


Adi Vivid mengungkapkan, pihaknya mengusut adanya unsur pidana apabila nanti diketemukan fakta bahwa kaum lansia tersebut menerima perlakuan eksploitasi dari konten kreator itu.


"Beda lagi kalau nanti kami temukan kalau nenek ini sebagai korban, bahwa dia dipaksa, dia kedinginan, sampai salah satu konten si nenek menyebut ingin pipis tapi tidak boleh pipis disitu. Nah itu kita harus ini, jadi kami mengimbau bila ada jadi korban segera laporan," ujar Adi Vivid.


Disisi lain, dalam waktu dekat akan memeriksa konten kreator terkait dengan maraknya fenomena ngemis online di media sosial platform Tiktok. Namun, Polisi tidak mengungkap identitas konten kreator yang akan dipanggil terkait konten tersebut.


"Nah oleh karena itu dalam waktu dekat kami akan melakukan pemanggilan kepada konten kreator yang membuat kreator," ujar Adi Vivid.


Adi Vivid mengungkapkan bahwa, pihaknya telah melakukan identifikasi terkait dengan fenomena ngemis online itu. Menurutnya, peristiwa itu terjadi pada wilayah hukum Polda NTB.


Peristiwa yang dimaksud adalah ngemis online dengan menampilkan seorang lansia yang hingga mandi lumpur demi mendapatkan saweran dari netizen.


"Kemudian Dirkrimsus Polda NTB sudah mengutus anggotanya ke sana, dan si nenek sudah dilakukan pemeriksaan, ternyata nenek bagian dari konten kreator, jadi nenek itu berperan seolah sebagai korban, seolah-olah kedinginan," ucap Adi Vivid.


Dari hasil identifikasi tersebut, Adi Vivid menegaskan bahwa, nenek tersebut menjadi korban eksploitasi dari konten kreator yang hanya memiliki kepentingan untuk konten semata.


"Yang menurut kami tidak pas, yang mengeksloitasi kelemahan seseorang, nenek, kami akan menggandeng Komnas Perempuab untuk mengimbau kepada rekan-rekan, pada saat ini kami juga mengimbau rekan konten kreator untuk menyetop membuat kreator seperti itu karena itu tidak baik, kedepannya sangat tidak baik," pungkasnya.(*)



ADSEN KIRI KANAN