Notification

×

Adsense atas

Adsen

RI Masuk 20 Besar Negara dengan Performa Pelabuhan Terbaik, Luhut: Dwelling Time Sekarang 2 Hari

Rabu, 28 Desember 2022 | 17:58 WIB Last Updated 2022-12-28T10:58:00Z

 

RI masuk 20 besar negara dengan performa pelabuhan terbaik, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan sebut dwelling time sekarang 2 hari.




Jakarta -Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, Indonesia saat ini menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara (ASEAN), yang masuk dalam 20 besar negara dengan performa pelabuhan terbaik. 


Itu karena kondisi pelabuhan di Tanah Air sudah semakin membaik dari sistem digitalisasinya.  "Kita juga patut bangga bahwa Indonesia sebagai satu-satunya negara di Asia Tenggara yang masuk ke dalam 20 besar negara dengan performa pelabuhan terbaik," kata dia dalam acara Green Port Awarding 2022 secara virtual, Rabu (28/12/2022). 


Data United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) berdasarkan rata-raya pergerakan kapal kontainer dari 1.000 GT ke atas selama semeter I 2022, pelabuhan Indonesia juga memiliki performa yang lebih berdasarkan rata-rata kedatangan kapal kontainer,sebagaimana dikutip iNews.id.


Rata-rata pergerakan di pelabuhan Indonesia mencapai 24,9, sedangkan pelabuhan di dunia 20,1.  Adapun posisi pelabuhan Indonesia berada di peringkat sembilan. Indonesia berada di bawah Kanada, Australia, Rusia, Amerika Serikat, Jerman, Yunani, Prancis, dan Italia.


Luhut menuturkan, capaian tersebut merupakan hasil kerja dari kementerian/lembaga serta para stakeholder pelabuhan karena dapat mengurangi dwelling time di pelabuhan.  "Kenapa ini bisa terjadi? Karena kita semua bekerja bersama-sama, kita kompak. Kita buat digitalisasi semua. Saya masih ingat 6 tahun yang lalu, kita masih ribut dengan dwelling time 1 minggu, sekarang kita sudah bisa antara 2 sampai 2 setengah hari kerja," tuturnya. 


Dia menambahkan, dengan diterapkanya digitalisasi di pelabuhan-pelabuhan Indonesia juga mampu menekan angka korupsi di Indonesia.  "Dengan digitalisasi, kita efisien dan kita juga bisa menaikkan penerimaan negara dan juga akan menghindari atau mengurangi sebanyak mungkin korupsi di sana-sini," ucap Luhut. (*)



ADSEN KIRI KANAN