Notification

×

Adsense atas

Adsen

Pura-pura Beri Santunan Yatim Piatu, Pria di Banyuwangi Bawa Kabur Mobil Temannya

Selasa, 27 Desember 2022 | 16:04 WIB Last Updated 2022-12-27T09:04:54Z

 

Pria berinisial FTL (55) diduga membawa kabur mobil milik temannya, HS (62). Perbuatan itu diduga dilakukan dengan modus pura-pura beri santunan yatim piatu.



BANYUWANGI  - FTL (55) diduga membawa kabur mobil milik temannya. Ironisnya, perbuatan itu diduga dilakukan dengan berpura-pura mengantar bantuan ke yayasan yatim piatu. Pria warga Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi itu pun harus berurusan dengan Satreskrim Polresta Banyuwangi. 


Kasatreskrim Polresta Banyuwangi Kompol Agus Sobarnapraja menyatakan, FTL baru mengenal korbannya berinisial HS (62), warga Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember. Bahkan, tersangka beberapa kali kerap menginap di rumah korban.  Korban mengenal FTL karena tersangka mengaku sebagai donatur yang biasa menyalurkan bantuan untuk pondok pesantren dan yayasan yatim piatu, sebagaimana dikutip iNews.id.


"Pada suatu waktu, tersangka menginap di rumah korban selama seminggu. Ia kemudian mengajak korban ke Banyuwangi dengan modus akan menyalurkan bantuan," kata Agus, saat rilis di Mapolresta Banyuwangi, Selasa (27/12/2022). Mereka kemudian berangkat ke Banyuwangi menaiki mobil milik korban merek Suzuki APV 2005. Di Banyuwangi, tersangka mengajak korban menemui seorang temannya. Teman tersebut diketahui juga tak lepas dari tipu muslihat tersangka.


"Kebetulan temannya itu bekerja di yayasan yatim piatu. Ia juga dibohongi bahwa tersangka akan menyumbangkan uang di tempatnya bekerja," ucap Agus. Mereka bertiga kemudian berangkat ke yayasan yatim piatu di Kecamatan Pesanggaran. Di sana, ketiganya juga bertemu dengan pemilik yayasan.


"Kepada pemilik yayasan, tersangka juga menyampaikan bahwa akan menyalurkan bantuan. Tapi, katanya, uangnya masih dibawa oleh seorang teman lain," kata Agus. Sambil menunggu pembawa uang itu datang, tersangka mengajak kedua temannya singgah di sebuah rumah kosong di Desa Pesanggaran untuk beristirahat. Saat pemilik ke kamar mandi, tersangka mengambil kunci mobil yang ditaruh dibawa lantai. 


Kepada rekannya yang lain, dia mengaku hendak menjemput pembawa uang. Dengan seketika, tersangka langsung membawa kabur mobil tersebut. "Karena tersangka tak kunjung kembali, korban baru sadar bahwa telah ditipu. Ia pun melaporkan kehilangan itu ke kantor polisi," ucapnya. Pihaknya lantas melakukan serangkaian penyelidikan dan memintai keterangan para saksi. Dari sana lah polisi berhasil mengendus keberadaan FTL dan melakukan penangkapan.  


Namun saat ditangkap, mobil yang dicuri tersangka sudah tak diketahui keberadaannya. "Setelah kami dalami, diketahui bahwa tersangka adalah residivis. Ia pernah dihukum di Lapas Banyuwangi pada 2020," kata Agus. Kini, petugas masih mencari keberadaan mobil yang tersangka gelapkan. Sementara tersangka kini mendekam di penjara kepolisian dan diancam dengan Pasal 378 juncto Pasal 372 KUHP. "Ancaman hukumannya paling lama lima tahun," ujarnya.(*)





ADSEN KIRI KANAN