Notification

×

Adsense atas

Adsen

Gelombang 6 Meter Berpotensi Terjadi di Samudera Hindia Selatan Banten Akhir Tahun

Jumat, 30 Desember 2022 | 18:24 WIB Last Updated 2022-12-30T11:24:00Z

 

Ilustrasi




Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpontensi terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia pada 30 - 31 Desember 2022. Gelombang tinggi diperkirakan mencapai hingga 1,25 hingga 6 meter.


Berdasarkan analisis BMKG, Pmpola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Barat Laut - Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar 5 - 25 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Barat - Barat Laut dengan kecepatan angin angin berkisar 8 - 30 knot.


"Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan barat Lampung, Selat Sunda, perairan selatan Pulau Jawa, Laut Jawa, perairan utara Jawa Barat - Jawa Timur, Laut Flores, dan Laut Arafuru," tulis keterangan BMKG, Jumat (30/12/2022).


Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang 1,25 - 2,50 meter berpeluang terjadi di Selat Malaka bagian tengah, perairan utara Sabang, perairan barat Aceh - Kepulauan Nias, Samudra Hindia Barat Aceh - Kep. Nias, perairan Kep. Bintan - Kepulauan Lingga, perairan Bangka Belitung, Teluk Lampung, Selat Sunda bagian utara, dan perairan utara Jawa Barat, sebagaimana dikutip Okezone.com.


Selanjutnya, perairan Kotabaru, Selat Makassar bagian tengah, Teluk Bone bagian utara, perairan Pulau Buru - Pulau Ambon - Pulau Seram, Laut Seram, perairan utara Kepulauan Kai - Kepulauan Aru, perairan Kep. Sangihe - Kepulauan Talaud, Laut Maluku, perairan utara Kepulauan Sula, perairan Halmahera dan Laut Halmahera, perairan Fakfak - Agats - Yos Sudarso, perairan utara Papua Barat - Papua, Samudra Pasifik Utara Papua Barat - Papua.


Sedangkan pada gelombang yang lebih tinggi di kisaran 2,50 - 4,0 meter berpeluang terjadi di perairan barat Kepulauan Mentawai, perairan Bengkulu - barat Lampung, Samudra Hindia Barat Kepulauan Mentawai - Lampung, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Banten.


Kemudian perairan Jawa Timur, perairan selatan Bali - Sumbawa, Selat Bali - Lombok - Alas bagian selatan, perairan selatan Pulai Sumba, Laut Sawu, perairan Kupang - Pulau Rotte, perairan Kepulauan Anambas, perairan selatan Kepulauan Natuna, Laut Natuna, Selat Karimata, perairan selatan Kalimantan, Laut Jawa, perairan utara Jawa Tengah - Jawa Timur.


Selanjutnya, selat Makassar bagian selatan, perairan barat Sulawesi Selatan, perairan Kepulauan Sabalana - Kep. Selayar, Teluk Bone bagian selatan, Laut Bali - Laut Sumbawa, perairan Baubau - Kepulauan Wakatobi, perairan utara Bali - Sumbawa, Laut Banda Utara, perairan Kepulauan Sermata - Kepulauan Tanimbar, perairan selatan Kepulauan Kai - Kepulauan Aru, Laut Arafuru bagian tengah - timur.


Sedangkan pada gelombang sangat tinggi di kisaran 4,0 - 6,0 meter berpeluang terjadi di Laut Natuna Utara, perairan utara Kepulauan Natuna, Samudra Hindia Selatan Banten - Jawa Timur, Laut Flores, Samudra Hindia Selatan Bali - NTT, Laut Banda Selatan.


Potensi gelombang tinggi di beberapa tempat tersebut beresiko terhadap keselamatan pelayaran. Untuk itu, BMKG selalu menghimbau masyarakat untuk selalu waspada terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti Perahu Nelayan dengan Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.


Kapal Tongkang dengan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter, Kapal Ferry dengan kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter, dan kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar dengan kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 meter.


"Bagi masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," pungkasnya.(*)



ADSEN KIRI KANAN