Notification

×

Adsense atas

Adsen

Tidak Memilih Merupakan Sikap yang Merugikan Umat

Kamis, 24 November 2022 | 15:12 WIB Last Updated 2022-11-24T08:12:41Z

Drs. H. Syamsul Arifin M.Si


Muaro Sijunjung, fajarharapan.id - Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Sijunjung Drs. H. Syamsul Arifin M.Si. mengingatkan pentingnya bagi semua umat untuk memberikan hak suaranya dalam pesta demokrasi.


"Tidak memilih dalam ajang politik seperti pemilu sangat tidak dianjurkan oleh ajaran agama karena sikap itu sangat merugikan," kata Syamsul di Muaro Sijunjung, ibukota Kabupaten Sijunjung, Kamis (24/11/2022) lalu.


Tidak hanya merugikan si calon pemilih itu sendiri, menurut Syamsul, tapi juga mendatangkan kerugian bagi pihak lain. Syamsul ditanya soal itu karena pesta demokrasi Pemilu 2024 semakin dekat.


Karena, menurut Syamsul, dengan memberikan hak pilih, maka si pemilih ikut memberikan peran menentukan nasib daerah dan negara melalui pemimpin yang dipilih lewat proses politik yang diberi nama dengan pemilihan umum (pemilu).


Bahkan, menurut Syamsul, umat tidak sebatas diharapkan menyalurkan hak pilihnya sesuai dengan tuntutan hati nurani masing-masing. "Bahkan lebih dari itu, yaitu memainkan peran aktif di ajang pemilu," sebutnya lagi.


Peran yang bisa dimainkan umat, menurut Syamsul, antara lain dengan ikut menyukseskan tahapan-tahapan pemilu yang sudah ditetapkan oleh KPU.


Peran lain, tambah Syamsul, yaitu ikut mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menggunakan hak pilih bagi anggota masyarakat yang telah memiliki hak pilih.


Sebab, dalam pandangan Syamsul, masih ada sekitar 40 persen masyarakat yang belum memahami hakikat dari pemilu, dan masih memerlukan edukasi dan bimbingan dari pihak lain. "Terutama saudara-saudara kita yang bermukim di kawasan pedalaman," ungkapnya lagi.


Sementara, menurut Syamsul, sebanyak 60 persen lagi masyarakat sudah termasuk kategori melek politik dan melek demokrasi sehingga sudah tahu hak dan kewajibannya sebagai warga negara. (spa)


ADSEN KIRI KANAN