Notification

×

Adsense atas

Adsen

Pemkab Solsel Bagikan Seragam Sekolah Gratis pada 387 Siswa SD dan SMP

Rabu, 09 November 2022 | 18:30 WIB Last Updated 2022-11-09T11:30:00Z

 

Langkah pasti Bupati, Wakil Bupati Solok Selatan, ketua  DPRD, Sekdakab mengayomi anak anak sekolah, dalam rangka mencerdaskan anak bangsa melalui Porgul baju seragam gratis. Abg


Solsel, fajarsumbar.com- Pemerintah Kabupaten Solok Selatan membagikan seragam sekolah gratis kepada 387 siswa SD dan SMP di Kecamatan Sangir Balai Janggo. Adanya bantuan seragam ini diharapkan bisa menjadi motivasi tambahan bagi siswa pendidikan dasar ini untuk terus menimba ilmu untuk masa depannya nanti.


Bupati Solok Selatan H. Khairunas mengatakan siswa dan siswi yang akan menjadi pemimpin masa depan Solok Selatan. Untuk itu pemerintah hadir di tengah masyarakat guna memastikan tersedianya fasilitas belajar yang memadai untuk mewujudkan generasi yang berkualitas.


"Kegiatan pembagian seragam sekolah gratis ini ditujukan untuk menurunkan beban dan motivasi anak untuk semangat dalam belajar dan menimba ilmu. Pemerintah daerah hadir di tengah masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan generasi berkualitas di Solok Selatan," kata Khairunas saat membagikan seragam di SMP N 8 Solok Selatan, Sangir Balai Janggo, Rabu (9/11/2022).


Bupati menyebutkan, untuk membentuk karakter dan mempersiapkan generasi penerus di kabupaten ini harus dilakukan sejak dini.


Selain dari pemerintah, pembentukan karakter dan generasi berkualitas ini juga membutuhkan dukungan dari kepala sekolah, guru, dan orang tua. Seluruh pihak ini diharapkan bisa membuka diri dan bekerja sama untuk memajukan pendidikan.


Kepala Sekolah dan guru juga diharapkan untuk terus meningkatkan kompetensinya agar kualitas pendidikan yang diberikan juga semakin baik.


Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPRD Solok Selatan Zigo Rolanda mengatakan DPRD hadir di tengah masyarakat untuk memastikan pemerintah memberikan mutu pendidikan yang terus membaik.


"Pada hari ini sama-sama kita lihat bagaimana pemerataan guru, termasuk ke daerah terisolir dan tidak ada lagi kita dengar sekolah tertentu tidak ada guru. Ini untuk meningkatkan mutu sekolah. Kalau infrastruktur diperbaiki tapi tanpa perbaikan dan pemerataan guru tetap tidak akan bisa," kata Zigo.


Perbaikan yang terus menerus ini, kata Zigo, membutuhkan kerja sama saling bahu-membahu dan saling mengawasi dari seluruh pihak.


"Dengan terjadi transformasi teknologi yang terjadi saat ini tidak bisa dilakukan tanpa pendidikan. Makanya wali murid kalau tidak ada uang jangan putus sekolah, sudah ada program pemerintah daerah dan baznas untuk membantu. Bagaimana anak muda dan generasi penerus ini tidak putus sekolah," tegasnya.


Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah saat ini telah mempersiapkan dana untuk membantu pendidikan bagi anak-anak kurang mampu dan rentan putus sekolah.


Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Solok Selatan Syamsuria mengungkapkan pemerintah telah mengalokasikan dana beasiswa pendidikan untuk dua kategori ini di tingkat SD dan SMP.


" Akan dibagikan ke masyarakat rentan putus sekolah yang tidak tercover dana Program Indonesia Pintar (PIP), jadi ada beasiswa kurang mampu dan yang berprestasi," paparnya.


Untuk diketahui, Sangir Balai Janggo merupakan kecamatan keempat yang menerima bantuan seragam sekolah gratis ini. Sebelumnya telah dibagikan di Sangir, KPGD, dan Sangir Jujuan. Sementara tiga kecamatan lainnya akan segera menyusul dan diharapkan akan selesai jelang akhir tahun ini.


Program ini sudah mulai dilakukan pada 2021 lalu dengan membagikan ribuan seragam untuk siswa SD dan SMP. Tahun ini pemerintah akan membagikan seragam tidak hanya kepada siswa SD dan SMP saja namun juga kepada siswa SMA, SMK, dan lembaga pendidikan di bawah Kementerian Agama di Solok Selatan.


Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua DPRD Solok Selatan, Sekretaris Daerah, jajaran kepala OPD di lingkup pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat di Sangir Balai JaJanggo.Abg



ADSEN KIRI KANAN