Notification

×

Adsense atas

Adsen

NATO Akan Terus Kirim Senjata ke Ukraina, Rusia: Jangan Lagi Menuang Minyak ke dalam Api

Selasa, 15 November 2022 | 11:30 WIB Last Updated 2022-11-15T04:30:00Z

Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg.


DEN HAAG – NATO akan terus mendukung Ukraina untuk melawan gempuran Rusia. Aliansi militer juga menyatakan komitmennya untuk terus memasok Kiev dengan persenjataan.


Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg, di Belanda, Senin (14/11/2022).


“Pesannya adalah, ya kami akan mendukung dan kami juga, tentu saja, terus menilai jenis senjata apa yang kami sediakan untuk Ukraina,” kata Stoltenberg pada konferensi pers bersama, seusai bertemu dengan Menteri Luar Negeri Belanda Wopke Hoekstra dan Menteri Pertahanan Kajsa Ollongren di Den Haag.


Sementara itu, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan, dia telah bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida. Pertemuan itu antara lain untuk membahas dukungan lebih lanjut untuk Ukraina, sebagaimana yang iNews.id.


“Pertemuan yang sangat baik dengan Kishida menjelang KTT G20, berlangsung di saat krisis. Kepentingan strategis kami sangat sejalan, baik di Eropa maupun Asia Timur,” ungkap von der Leyen di Twitter. 


“Kami setuju bahwa ancaman nuklir (oleh Rusia) tidak dapat diterima. Kami akan terus mendukung Ukraina,” cuitnya.


Sejak Rusia meluncurkan operasi militer di Ukraina pada 24 Februari, negara-negara Barat telah memberikan bantuan kemanusiaan, militer, dan keuangan kepada Kiev. Moskow mengecam aliran senjata ke Ukraina dari sekutu Baratnya, dengan mengatakan hal itu hanya “menuang minyak ke dalam api”.


Moskow telah berulang kali memperingatkan Barat agar tidak terlibat lebih jauh dalam konflik tersebut. Sementara Uni Eropa, Amerika Serikat, dan NATO telah menyatakan bahwa mereka bukan pihak dalam permusuhan Moskow dengan Kiev. 


Faktanya, negara-negara Barat secara terang-terangan melatih tentara Ukraina, di samping mengirim instruktur dan perangkat keras mereka ke Ukraina, dan memberikan informasi intelijen kepada Kiev untuk melawan Moskow. (*)



ADSEN KIRI KANAN