Notification

×

Adsense atas

Adsen

Koramil dan Berbagai Pihak Kawal Prosesi Pemakaman Nyai Nafisah Sahal

Jumat, 11 November 2022 | 17:07 WIB Last Updated 2022-11-11T10:07:56Z

.


Pati, fajarharapan.id  - Kecamatan Margoyoso khususnya Desa Kajen merupakan wilayah Teritorial Koramil 06 /Margoyoso Kodim 0718/Pati yang dominan dengan nuansa santri kali ini kehilangan sosok Mustasyar PBNU sekaligus pengasuh Ponpes Al Badiiyah Pati dan Ponpes Maslkhul huda Kajen Nyai Nafisah Sahal yang wafat pada hari Kamis tanggal 10 November 2022 sekitar pukul 18:00 WIB.


Personil Koramil 06 Margoyoso di bawah kepemimpinan Kapten Kavaleri Budi Karyadi langsung melakukan koordinasi dan pengamanan hingga pelaksanaan pemakaman pada hari Jum'at 11 November 2022 yang akan di laksanakan di pemakaman pribadi lingkungan Ma'had aly Desa Kajen pukul 09:00 WIB.


Sekilas tentang biografi Nyai Nafisah Sahal lahir dari pasangan suami istri KH. Abdul Fattah Hasyim dan Nyai Hj. Musyarofah pada tanggal 8 Februari 1946 di Jombang, Jawa Timur. Ibundanya adalah pendiri Pondok Pesantren Putri Al-Fathimiyyah, Bahrul Ulum, Tambakberas. Sedangkan ayahandanya adalah pendiri Madrasah Mu’allimin Mu’allimat Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.


Di tengah perjalanan, tepatnya setelah satu tahun beliau menempuh bangku perkuliahan, beliau dinikahkan oleh Kiai Fattah dengan putra Kiai Mahfudh, yang tidak lain adalah KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh dari Kajen, Pati, Jawa Tengah. Ikatan pernikahan yang dijalin tidak serta merta sebagai penghalang bagi Nafisah muda untuk meyelesaikan pendidikannya. Dengan penuh keikhlasan, sang suami memberi kesempatan kepada istrinya untuk tetap kuliah di Yogyakarta hingga wisuda, sedangkan Kiai Sahal melanjutkan nyantri kembali di wilayah Sarang.


Sifat yang melekat dalam jiwa Nyai Nafisah begitu gigih, terampil, ulet, dan penuh kewaspadaan. Hal ini bisa dilihat dalam perilaku beliau yang penuh kehati-hatian dalam mengelola uang yang beliau miliki dan dapatkan. Terlebih dikala beliau mendapat gaji dari keanggotaan Dewan Perwakilan Daerah. Beliau menekankan atas perintah suami Kiai Sahal Mahfudh bahwa uang dari hasil anggota DPR tersebut jangan sampai masuk ke dalam perut. Alasannya adalah jika uang tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan primer keluarga dan sudah mendarah daging nanti akan berpengaruh terhadap karakter dan ibadahnya. Dikarenakan beliau paham betul bagaimana gaji yang diberikannya itu berasal.


Nyai Nafisah Sahal semasa belajar dari bangku madrasah ibtida’iyah hingga perkuliahan selalu bersamaan dengan Nyai Hj Sinta Nuriyah yang merupakan istri dari Mantan Presiden RI ke-4 KHAbdurrahman Wahid atau biasa dikenal dengan Gus Dur. Karena ternyata antara Nyai Nafisah dan Nyai Hj Sinta Nuriyah masih memiliki hubungan darah yakni nenek beliau merupakan adik kakak. Hal ini yang menjadikan kedekatan antara mereka berdua selalu beriringan kemanapun mereka menuntut ilmu.


Beliau juga mulai berorganisasi di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) Pati yaitu mulai aktif dan ditunjuk untuk menghidupkan kembali muslimat NU cabang Pati yang sebelumnya sempat vakum. Bahkan beliau dipercaya menjadi ketua muslimat 2 periode (1976-1982 dan 1982-1987 dan selanjutnya beliau dipercaya untuk memimpin muslimat NU wilayah Jawa Tengah selama 2 periode (1993-1999 dan 1999-2005). 


Danramil mengatakan pemakaman hari ini berjalan dengan lancar, terlihat beberapa pejabat  baik dari Kabupaten Pati, propinsi Jawa Tengah maupun dari Jakarta ikut dalam prosesi pemakaman, begitu juga para ulama dari daerah Jawa Timur dan Jawa Barat juga ikut dalam pemakaman.

" Koramil 06/Margoyoso menempatkan seluruh personil di titik -titik yang akan dilalui para tamu VIP maupun VVIP dan sekaligus pada jalur menuju tempat pemakaman," ungkap Danramil. (ipl)




ADSEN KIRI KANAN