Notification

×

Adsense atas

Adsen

Dukung Program Quick Wins Presisi, Polres Muba Gelar Bimtek Peningkatan Manajemen Media

Rabu, 09 November 2022 | 13:11 WIB Last Updated 2022-11-09T06:11:35Z

.


Sekayu, fajarharapan.id - Dalam rangka mendukung Program Quick Wins Presisi, Polres Musi Banyuasin (Muba) mengadakan Pelatihan Peningkatan Kemampuan Manajemen Media, kegiatan pelatihan ini diikuti personel Polres Muba dan perwakilan setiap Polsek Jajaran Polres Muba. 


Bertempat di Ruang Presisi Polres Muba, Rabu (9/11/2022), Polres Muba mengundang Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Muba serta Penggiat Medos sebagai narasumber pelatihan.


Kabag SDM Polres Muba AKP Ali Rojikin SH MH mengatakan, pelaksanaan pelatihan sehubungan dengan program Quick Wins Presisi di bidang pengembangan fungsi SDM unggul, dengan harapan agar Personil Polres Muba dapat menambah ilmu sehingga dalam menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas atau lainnya, yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas di lapangan melalui Medsos lebih mudah untuk diterima masyarakat.


"Program Quick Wins Presisi adalah instrumen yang diberikan langsung oleh Kapolri untuk pembuatan konten publikasi kegiatan Polri yang segmennya bersifat positif. Tujuannya ialah, sebagai edukasi masyarakat,”katanya.


Sementara Kepala Dinkominfo Muba Herryandi Sinulingga AP melalui Kabid Komunikasi Publik Yettria SKM MSi berharap dengan dilaksanakannya pelatihan tersebut jajaran personil Polres Muba, dapat membuat konten dengan memanfaatkan plafon yang ada.


”Salah satunya media sosial, seperti Facebook, IG, Twitter dan lain sebagainya. Itu kita manfaatkan untuk membuat konten-konten informasi bagaimana agar lebih menarik dan bisa di akses dengan muda oleh masyarakat,”ucap Yettria.


Narasumber dari Dinkominfo Muba Rizky Marta Wijaya menjelaskan, pada intinya secara tidak langsung saat ini hampir pengguna Medsos itu adalah pembuat konten Creator, tinggal bagaimana mengembangkannya agar program kegiatan yang ada di pemerintahan bisa tersampaikan kepada masyarakat.


 “Misal kita saat menggunakan Medsos, cukup memposting tentang program kegiatan yang ada, misalnya berkaitan dengan informasi penyebaran COVID-19, tilang elektronik ataupun pelayanan pembuatan SIM. Jadi sederhana tapi bermanfaat, artinya disini juga kita keterbukaan informasi,” jelasnya.


Senada narasumber dari Penggiat Medsos, Ahmad Zuhri memaparkan bahwa Media Sosial (Medsos) mempunyai peranan penting, media sosial telah menjadi salah satu pilihan yang digunakan institusi pemerintah untuk berkomunikasi dengan masyarakat dan menjalankan fungsinya dalam memberikan layanan publik.


"Pengelolaan media sosial pemerintah membutuhkan budaya organisasi disertai dukungan dari seluruh jajaran aparat pemerintah untuk dapat berbagi informasi kepada publik, mendorong terciptanya transparansi, membuka diri untuk perbaikan dan meningkatkan kolaborasi dengan masyarakat," paparnya. (Rusdian)


ADSEN KIRI KANAN