Notification

×

Adsense atas

Adsen

5 Misteri Sekeluarga Tewas di Kalideres, Nomor 2 Ada Taburan Kapur Barus

Minggu, 13 November 2022 | 11:05 WIB Last Updated 2022-11-13T04:05:00Z

 

Rumah satu keluarga tewas di Kalideres, Jakarta Barat




JAKARTA - Penemuan mayat satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat menghebohkan publik. Hingga kini belum diketahui penyebab pasti mengapa mereka bisa meninggal di dalam rumah.


Beragam temuan diungkap baik oleh kepolisian maupun kerabat serta tetangga korban. Polisi juga masih terus menyelidiki kasus menggegerkan ini, sebagaimana dikutip iNews.id.


Berikut temuan misteri baru kasus kematian satu keluarga tersebut:


1. Polisi belum simpulkan kelaparan jadi penyebab kematian


Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya turun tangan menyelidiki kasus ini. Mereka pun belum menjadikan kelaparan penyebab kematian sebagai kesimpulan akhir.


Tim Polda Metro Jaya juga masih menunggu hasil lengkap dari laboratorium serta tim ahli.


"Diksi kematian disebabkan karena kelaparan itu belum bisa dipertanggungjawabkan," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi, Sabtu (12/11/2022).


2. Ada taburan kapur barus


Wali Kota Jakarta Barat, Yani Wahyu Purwoko mengungkapkan urutan kematian sekeluarga tersebut. Dia mengatakan mereka tak meninggal secara bersamaan.


Menurut informasi yang diterima Yani, Rudyanto Gunawan (71) meninggal lebih dulu. Lalu, istrinya Margaretha Gunawan (58), disusul kakak Margaretha yakni Budyanto Gunawan (69) dan terakhir anak Rudyanto dan Margaretha yakni Dian (42).


Kematian Rudyanto disikapi dengan ditaburi kapur barus. Begitu juga dengan kematian Margaretha.


"Yang pertama meninggal itu bapak. Bapaknya meninggal informasi yang saya dapat hanya disikapi dengan hanya ditaburi kapur barus," kata Yani.


"Kemudian berikutnya yang meninggal adalah ibunya, itu juga disikapi seperti itu," ucap Yani.


3. Ada bau busuk tercium sejak Februari 2022


Bau busuk di lokasi sekeluarga itu ternyata telah tercium sejak Februari 2022. Namun, saat itu bau busuk tidak terlalu kuat.


Salah satu tetangga, Tio (58) yang tinggal bersebelahan, mengungkapkan hal itu. Dia mengaku awalnya tidak curiga.


"Bau busuk, bau banget itu yang pertama saya cium, Februari ke Maret. Tapi nggak menyengat, sekarang menyengat kayak gini," ujarnya, Sabtu (12/11/2022).


Pada Februari-Maret 2022 itu, Ibu Tio sempat meminta bantuan kepada orang untuk mencari sumber bau busuk tersebut di sekitar rumahnya.


Aroma bau busuk itu semakin tercium menyengat. Tio sekeluarga pun tak kuat hingga akhirnya pada Kamis (9/11/2022) meminta Ketua RT untuk memeriksa rumah Margaretha.(*)


ADSEN KIRI KANAN