Notification

×

Adsense atas

Adsen

Rusia Peringatkan Jerman soal Perang di Ukraina, Bawa-Bawa Nazi di Perang Dunia II

Selasa, 13 September 2022 | 13:42 WIB Last Updated 2022-09-13T06:42:36Z

 

Ukraina memperingatkan Jerman karena mengirim senjata mematikan untuk Ukraina.



BERLIN  - Rusia memperingatkan Jerman soal perang di Ukraina. Duta Besar (Dubes) Rusia di Berlin Sergei Nechaev menyebut Jerman telah bertindak di luar batas dengan mengirim persenjataan mematikan untuk Ukraina. 


Menurut Nechaev, Keputusan itu telah merusak rekonsiliasi kedua negara yang dijalin sejak berakhirnya Perang Dunia II dan invasi Nazi ke Uni Soviet.


“Fakta bahwa rezim Ukraina dipasok senjata mematikan buatan Jerman, yang digunakan tidak hanya terhadap personel militer Rusia, tetapi juga penduduk sipil Donbass, telah melewati batas,” kata Nechaev, dalam wawancara dengan surat kabar Izvestia, seperti dilaporkan kembali RT, Selasa (13/9/2022). Dia menegaskan Jerman seharusnya sadar dengan tanggung jawab moral dan sejarah negaranya atas kejahatan Nazi di masa lalu,sebagaimana dikutip iNews.id.


Jerman melanggar kebijakan lamanya untuk tidak mengirim senjata ke zona konflik bersenjata untuk bergabung dengan Amerika Serikat (AS) dan anggota NATO lainnya dalam menyediakan senjata untuk Ukraina. Pemerintah Jerman berdalih punya tanggung jawab moral untuk membantu Ukraina sehingga dapat mempertahankan diri dari serangan Rusia. 


Jerman juga bergabung dengan Uni Eropa untuk memisahkan ekonomi negara-negara anggota blok itu dari Rusia. Di sisi lain, sejak puluhan tahun lalu pada masa Uni Soviet, Jerman mengandalkan gas alam Rusia yang murah untuk kebutuhan energinya.


"(Jerman) Secara sepihak bertindak untuk menghancurkan hubungan bilateral (dengan Rusia) yang unik dalam skala dan kedalaman serta telah dibangun selama beberapa dekade,” kata Nachaev. 


Pembatasan ekonomi Jerman terhadap Rusia berdampak besar bagi kehidupan rakyat negara itu karena membengkaknya biaya hidup. Mereka harus merogoh kocek lebih dalam untuk membayar tagihan listrik, membeli kebutuhan pokok, bahkan berdampak pada pendapatan riil.  Menurut Nechaev, sanksi terhadap negaranya yang diberlakukan Jerman tak ubahnya seperti menembak kaki Anda sendiri.(*)



ADSEN KIRI KANAN