Notification

×

Adsense atas

Adsen

PWI Tanah Datar Bekerjasama Dengan BPJS Raker Guna Kenyamanan Wartawan

Kamis, 15 September 2022 | 20:48 WIB Last Updated 2022-09-15T13:48:40Z

 



Tanah Datar, fajarharapan.id - PWI Tanah Datar bekerjasama dengan BPJS Tenaga Kerja Kantor Cabang Batusangkar dalam rangka memberi kenyamanan bagi wartawan dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistik.


"Kerjasama ini sudah dua tahun lamanya terjalin dengan BPJS Ketenagakerjaan, Lebih dari 20 orang wartawan anggota PWI sudah menjadi peserta. Kita berharap akan meningkat di masa yang akan datang, karena manfaatnya sangat besar, khususnya wartawan yang banyak berada di lapangan," kata Ketua PWI Tanah Datar Yuldaveri, Kamis (15/9), di Batusangkar.


Hal itu disampaikan Ketua PWI Tanah Datar, Yuldaveri, saat memberi sambutan pada kegiatan sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan Bagi Pengurus dan Anggota PWI Kabupaten Tanah Datar, di Ruang Pertemuan Kantor Dinas Parpora; Komplek Benteng Van der Capellen Batusangkar. Tampil menjadi narasumber Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Batusangkar Zulkifli bersama tim.


Program penjaminan yang sudah diikuti anggota PWI Tanah Datar selama ini, imbuhnya, mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).


Sementara itu, Zulkifli menyatakan berterima kasih kepada PWI, karena telah mengikutkan pengurus dan anggota dalam program penjaminan yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan. Selain mensosialisasikan jenis-jenis program penjaminan pekerja, ujarnya, kegiatan ini juga dapat memotivasi anggota PWI lainnya yang belum bergabung, ikut serta pula menjadi peserta.


"Bagi yang sudah jadi peserta, tentu akan lebih mantap bila kepesertaannya diperluas. Kalau selama ini baru JKK dan JKM, tentu bisa pula kita tingkatkan dengan Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP)," jelas Zulkifli.


Untuk tambahan program perlindungan itu, Yuldaveri menegaskan, pihaknya segera akan melakukan pembicaraan dengan para pengurus dan anggota setelah sosialisasi.


Kami menyadari, ujarnya, manfaat program kepesertaan bagi pekerja yang hampir tidak mengenal jam kerja seperti wartawan, sangat besar. Namun sebagai sebuah organisasi profesi, sebutnya, tentu perlu pembicaraan khusus di internal organisasi terlebih dahulu.(Veri)


ADSEN KIRI KANAN