Notification

×

Adsense atas

Adsen

Putra Mahkota Mohammed bin Salman Ditunjuk Menjadi Perdana Menteri Arab Saudi

Rabu, 28 September 2022 | 13:25 WIB Last Updated 2022-09-28T06:25:00Z

 

Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman. 



RIYADH - Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz menunjuk putra sekaligus dan pewarisnya Putra Mahkota Mohammed bin Salman sebagai perdana menteri kerajaan, dan putra keduanya Pangeran Khalid sebagai menteri pertahanan, menurut sebuah dekrit kerajaan pada Selasa, (27/9/2022).


Perombakan itu membuat putra lainnya, Pangeran Abdulaziz bin Salman, sebagai menteri energi, demikian disampaikan dalam dekrit itu sebagaimana dilaporkan kantor berita negara SPA.


Menteri Luar Negeri Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud, Menteri Keuangan Mohammed al-Jadaan dan Menteri Investasi Khalid al-Falih tetap di posisi mereka, dekrit tersebut menunjukkan, sebagaimana dikutip Okezone.com.


Putra mahkota, yang dikenal sebagai MbS, dipromosikan dari menteri pertahanan dan telah menjadi penguasa de facto Arab Saudi, Kerajaan pengekspor minyak terbesar dunia.


Peran barunya sebagai perdana menteri sejalan dengan delegasi tugas raja sebelumnya kepadanya, termasuk mewakili kerajaan dalam kunjungan ke luar negeri dan memimpin pertemuan puncak yang diselenggarakan oleh kerajaan, kata seorang pejabat Saudi.


"Yang Mulia putra mahkota, berdasarkan perintah raja, sudah mengawasi badan eksekutif utama negara setiap hari, dan peran barunya sebagai perdana menteri ada dalam konteks itu," kata pejabat itu, yang menolak disebutkan namanya, sebagaimana dilansir Reuters.


Secara historis, pendelegasian tugas semacam itu telah terjadi beberapa kali di Arab Saudi, kata pejabat itu.


Pangeran Khalid bin Salman, adik laki-laki MBS, sebelumnya menjabat sebagai wakil menteri pertahanan.


Putra mahkota mengatakan kerajaan telah meningkatkan swasembadanya dalam industri militer menjadi 15% dari 2% dan berencana untuk mencapai 50% di bawah menteri pertahanan yang baru diangkat, menurut laporan SPA.


Raja Salman masih akan memimpin rapat kabinet yang dia hadiri, menurut dekrit tersebut. Setelah dekrit dibuat, TV pemerintah menayangkan raja memimpin rapat kabinet mingguan.


Raja berusia 86 tahun, penjaga situs paling suci Islam, menjadi penguasa pada 2015 setelah menghabiskan lebih dari 2,5 tahun sebagai putra mahkota. Dia telah dirawat di rumah sakit beberapa kali selama dua tahun terakhir karena berbagai penyakit.


Putra Mahkota MbS telah mengubah Arab Saudi secara radikal sejak naik ke tampuk kekuasaan pada 2017, memimpin upaya untuk mendiversifikasi ekonomi dari ketergantungannya pada minyak, yang memungkinkan perempuan untuk mengemudi dan membatasi kekuasaan ulama.


Reformasinya, bagaimanapun, telah datang dengan tindakan keras terhadap perbedaan pendapat, dengan aktivis, bangsawan, aktivis hak-hak perempuan dan pengusaha dipenjara.


Pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di konsulat kerajaan di Istanbul pada 2018 telah menodai reputasinya dan merenggangkan hubungan kerajaan dengan Amerika Serikat dan sekutu Barat lainnya.(*)


ADSEN KIRI KANAN