Notification

×

Adsense atas

Adsen

Perwako Stunting Disosialisasikan

Kamis, 29 September 2022 | 15:20 WIB Last Updated 2022-09-29T08:20:00Z

 

Sebahagian peserta sosialisasi Perwako Stunting di Padang Panjang.


Padang Panjang, fajarharapan.id  - Mempercepat penurunan angka stunting, Pemko Padang Panjang mesosialisasikan Perwako No. 47 Tahun 2022 tentang Percepatan, Pencegahan dan Penurunan Stunting di  Padang Panjang Tahun 2022-2024.


Sosialisasi berlangsung di aula Bappeda dihadiri Asisten I, Syahdanur, S.H, M.Si, Kepala Bappeda Rusdianto, S.IP, MM, Kadis Kesehatan, dr. Faizah, Kadis Sosial PPKBPPPA, Drs. Osman Bin Nur, M.Si, Ketua TP-PKK Kota, dr. Dian Puspita Fadly Amran, Sp.JP serta OPD terkait, camat dan lurah.


Osman Bin Nur menyampaikan, kegiatan ini penting dilaksanakan guna memandu langkah-langkah dan aksi yang akan dilakukan untuk menurunkan angka stunting.


"Sampai saat ini kita sudah mengumpulkan Tim Pendamping Keluarga (TPK) di setiap kelurahan untuk memberikan sosialisasi stunting," ujarnya.


Sementara itu dr. Dian menyampaikan, saat ini angka stunting balita di Padang Panjang  14,7 persen berdasarkan survei Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (PPGBM). Untuk anak usia di bawah dua tahun (baduta) sudah mencapai angka nasional 13,5 persen.


"Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah karena sudah bekerja keras dan perhatian sekali menurunkan angka stunting. Kami di PKK akan selalu menjadi mitra kerja dan ikut serta dalam menurunkan angka stunting ini. Ke depan kita harapkan seluruh stakeholder melakukan aksi untuk hal ini," katanya.


Sementara Kadis Kesehatan, dr. Faizah mengatakan, pemko sedang gencar menurunkan angka stunting. Mulai dari menyusun rencana, termasuk menyosialisasikan Perwako.


Dikatakan, kegiatan sosialisasi ini merupakan langkah penting dalam menurunkan stunting. "Jika kita bersama-sama menurunkan angka stunting, hasilnya akan lebih maksimal," ujarnya.


Rusdianto selaku narasumber menyampaikan, selama dua tahun terakhir ini upaya daerah dalam menurunkan angka stunting sudah menjadi kebijakan strategis.


Dipaparkannya, Padang Panjang dalam reformulasi target RPJMD 2018-2023 prevalensi stunting sudah turun dari tahun 2019 dipersentase 19,5 persen. Pada 2020 menjadi 17,06 persen, dan di 2021 menjadi 16,52 persen, serta 2022 pada angka 15,51 persen. 


"Untuk 2023, insyaa Allah akan mencapai 13,98 persen, jika kita semua saling membantu dan bersama-sama dalam menurunkan angka stunting. Kita percepat, kita cegah dan kita turunkan," sebutnya. (syam)


ADSEN KIRI KANAN