Notification

×

Adsense atas

Adsen

Pemprov Maluku Gelar Operasi Pasar Tekan Inflasi Pangan

Jumat, 02 September 2022 | 18:47 WIB Last Updated 2022-09-02T11:47:00Z

 

Ilustrasi sembako.



AMBON  - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku menggelar operasi pasar sembilan bahan pokok (sembako) di Kota Ambon, Jumat (2/9/2022). Kegiatan itu dilakukan untuk menekan inflasi pangan. 


Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku Yahya Kotta menuturkan, Maluku berada di posisi keempat daerah dengan inflasi terbesar berdasarkan hasil rapat koordinasi Menteri Perekonomian, Menteri Keuangan, dan Kepala BI. Bahkan, Kota Ambon menduduki posisi teratas,sebagaimana dikutip iNews.id.


"Kita lakukan operasi pasar ini menindaklanjuti dari hasil rapat koordinasi kemarin itu yang dipimpin oleh Menteri Perekonomian, Menteri Keuangan, dan juga Kepala Bank Indonesia ternyata di bulan Agustus 2022 Provinsi Maluku berada pada posisi keempat inflasi di seluruh Indonesia dan Kota Ambon berada pada posisi tertinggi," kata Yahya Kotta di Ambon.


Ia menjelaskan, operasi pasar sembako merupakan tindakan jangka pendek untuk menekan inflasi. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak di antaranya Perum Bulog, BI Provinsi Maluku, dan distributor bahan pangan. Komoditi yang ditawarkan di antaranya beras Bulog dengan harga premium 11.000/Kg. Harga tersebut di bawah harga eceran tertinggi (HET) yang Rp13.000/Kg. 


Lalu gula pasir yang HET-nya Rp14.500, dijual dengan harga Rp13.000/Kg, minyak goreng Rp13.500/liter. Kemudian untuk komoditi cabai merah yang didukung oleh BI Maluku mendatangkan pedagang dari Namlea, Kabupaten Buru. Harga cabai di operasi pasar Rp60.000/Kg. Selain itu, ada juga telur ayam ras yang selama ini dijual di pasar Rp2.200/butir, namun di operasi pasar dijual dengan harga Rp1.900/butir. 


"Puji Tuhan karena lokasi kegiatan operasi pasar sangat strategis sehingga masyarakat banyak yang berbelanja, dan bisa menikmati kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau," katanya. Ia mengatakan ke depan pemerintah daerah akan berlangsung secara berkesinambungan.


"Nanti kita lihat perkembangannya ke depan, kalau memang itu bisa dilakukan satu bulan satu kali atau dua kali dalam satu bulan itu tergantung dari koordinasi dengan teman-teman baik itu dengan BI Maluku, Bulog Maluku, maupun teman-teman dari distributor," ujarnya. 


Ia mengatakan sangat berterima kasih kepada teman-teman yang tergabung dalam tim TPID karena bisa menekan harga kebutuhan bahan pokok, dan di satu sisi masyarakat bisa menikmati dengan harga yang terjangkau. "Dan di lain sisi bisa menekan angka inflasi di Kota Ambon maupun Provinsi Maluku secara keseluruhan," ujarnya.(*)



ADSEN KIRI KANAN