Notification

×

Adsense atas

Adsen

Pemko Pariaman Selenggarakan Diseminasi Audit Kasus Stunting Tahun 2022

Kamis, 29 September 2022 | 20:35 WIB Last Updated 2022-09-29T13:35:56Z

Wakil Walikota Pariaman Mardison Mahyuddin berikan sambutan pada Desiminasi Audit Kasus Stunting tahun 2022 di Pendopo Rumah Dinas Walikota, Kamis 29 September 2022 (foto.dok.mcp)


Kota Pariaman
- Pemerintah Kota Pariaman melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Pariaman melaksanakan Diseminasi Audit Kasus Stunting Tahun 2022. Sehingga kegiatan ini dibuka Wakil Walikota Mardison Mahyuddin bertempat di Balarung Pendopo Walikota Pariaman, Kamis (29/09/22).


Dalam sambutannya, Mardison Mahyuddin yang sekaligus menjadi Ketua Tim Percepatan Penuruanan Stunting Kota Pariaman mengatakan, Kota Pariaman selalu optimis dan mempunyai target zero untuk kasus stunting di Kota Pariaman. Tidak hanya itu, ia juga mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.


Kata dia, penurunan angka stunting menjadi salah satu hal yang diprioritaskan di Kota Pariaman. Inipun menjadi begitu penting di Indonesia. Sehingga Presiden RI membuat peraturan Nomor 72 Tahun 2022 tentang percepatan penurunan stunting.


"Pemko Pariaman melaksananan Diseminasi Audit Kasus Stunting bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui penyebab resiko stunting, Kemudian, dari hasil identifikasi dilakukan analisis, guna memberikan rekomendasi sebagai upaya pencegahan yang harus dilakukan" ungkapnya.


Sesuai dengan hasil SSGI Tahun 2021, sebut Mardison Mahyuddin, angka prevalensi kasus stunting di Kota Pariaman adalah 20,3 % di bawah angka prevalensi stunting Provinsi Sumatera Barat, yaitu 23,5 %.


"Berdasarkan instruksi Presiden RI, Tahun 2024 angka prevalensi stunting harus menyentuh angka 14 %. Oleh karena itu, sisa waktu lebih kurang 3 tahun ini, perlu sekali kerja yang ekstra untuk bisa dilakukan percepatan penurunan stunting" tegas dia.


Untuk mewujudkan target yang kita harapkan, ungkap Wawako Mardison, maka dibutuhkan koordinasi dan komitmen yang kuat dari berbagai pihak, baik dari bidang kesehatan, pangan dan gizi serta lingkungan yang memadai. Yakni sanitasi, jamban keluarga dan ketersediaan air bersih serta pola asuh balita.


Sementara itu, Kepala DP3AKB Gusniyeti Zaunit mengatakan, tujuan dilakanakan kegiatan ini, untuk mengidentifikasi resiko dan penyebab pada kelompok sasaran berbasis survaeilans rutin atau sumber data lainnya.


Disamping itu, sebut Gusniyeti, bertujuan agar menemukan atau mengetahui resiko-resiko potensial penyebab langsung. Juga, penyebab tidak langsung terjadinya stunting pada calon pengantin, ibu hamil, ibu nifas, baduta dan balita.


“Kita punya beberapa strategi yang perlu dioptimalkan dalam menurunkan angka stunting di Kota Pariaman. Yakni menurunkan prevalensi stunting, meningkatkan kualitas penyiapan kehidupan berkeluarga, menjamin pemenuhan asupan gizi, memperbaiki pola asuh, meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan dan meningkatkan akses air minum serta sanitasi" ungkapnya.


Ia menambahkan, stretegi percepatan penurunan stunting dilakukan melalui pelaksanaan kegiatan prioritas rencana aksi nasional, dan salah satunya adalah audit kasus stunting.


Kegiatan ini diikuti beberapa OPD terkait dan TPPKS Kota Pariaman, Tim Pakar, Tim Teknis, Kepala Desa Kaluat, Desa Sungai Pasak dan Desa Cubadak Mentawai.


Diseminasi Audit  Kasus Stunting Tahun 2022 ini, juga dihadiri Ketua TP PKK Ny.Lucy Genius, Kepala OPD, Camat dan Kepala KUA se-Kota Pariaman.(mcp/hsa)




 


ADSEN KIRI KANAN