Notification

×

Adsense atas

Adsen

Ongkos Bus Bakal Naik 35 Persen Imbas Kenaikan Harga BBM

Minggu, 04 September 2022 | 21:43 WIB Last Updated 2022-09-04T14:43:00Z

 

Ilustrasi Armada Bus di terminal Poris, Tangerang. 



Serang  - Naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) begitu berdampak luas di semua sektor. Salah satu yang paling terpukul adalah sektor transportasi. 


Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Kurnia Lesani Adnan mengatakan, operator bus akan menghitung ulang tarif menyusul adanya kenaikan harga BBM.


Menurutnya, BBM merupakan salah satu komponen terpenting dari biaya operasional bus,sebagaimana dikutip Suara.com.


"Penyesuaian biaya yang akan kami sesuaikan berkisar antara 25% hingga 35% tergantung wilayah dan jarak operasi,” kata Sani saat dihubungi di Jakarta, Minggu (9/4/2022). 


Sani juga mengungkapkan, dampak inflasi dan kenaikan Pajak Penjualan (PPN) yang menyebabkan harga suku cadang ikut meroket. 


"Pasti naik lagi setelah kenaikan harga BBM untuk barang/komponen yang akan mendukung operasi kami di masa depan," katanya. 


Sani menambahkan, selama lima bulan terakhir ini operator bus juga kesulitan mencari ban, ban yang digunakan kebanyakan ban radial tubeless. Ban jenis ini masih impor, karena di dalam negeri kami belum bisa memproduksi banyak.


"Ini salah satu alasan kenapa biaya operasional kami naik, karena dulu kami bisa membeli ban dengan mem-Focast untuk beberapa bulan ke depan, tapi sekarang ketika kita tidak membeli ketika produk tersedia, dan ada situasi impor macet di masa depan, sehingga kita harus merusak cashflow berjalan, "keluh Sani.


Sebelumnya, pemerintah resmi menaikkan harga BBM bersubsidi mulai Sabtu (9/3/2022) siang. 


Kenaikan harga BBM itu diumumkan Pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif di Istana Presiden.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, hari ini, 3 September 2022 pukul 13.30 WIB, pemerintah memutuskan untuk menyesuaikan harga BBM bersubsidi," Terang Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam konferensi persnya, Sabtu (3/9/2022). 


Arifin juga menyampaikan penyesuaian harga BBM secara terperinci, sebagai berikut :


-  Pertalite dari harga Rp 7.650 /liter menjadi Rp 10.000 /liter.


-  Solar Subsidi dari Rp 5.150 /liter menjadi Rp 6.800 /liter.


Arifin juga mengatakan harga Pertamax nonsubsidi juga telah disesuaikan dari Rp 12.500 /liter menjadi Rp 14.500 /liter.(*)



ADSEN KIRI KANAN