Notification

×

Adsense atas

Adsen

Lepas Wako Riza Dan Ibu Henny, BKMT Kota Payakumbuh Gelar Tabligh Akbar

Senin, 19 September 2022 | 09:32 WIB Last Updated 2022-09-19T02:32:34Z

Payakumbuh, fajarharapan.id -;Ratusan ibu-ibu anggota majelis taklim memadati Aula GOR M. Yamin Kota Payakumbuh, Minggu (19/09/22). Kehadiran mereka dalam rangka Tabligh Akbar sekaligus silaturahim pengurus dan anggota BKMT se Kota Payakumbuh dengan Wali Kota Payakumbuh H. Riza Falepi yang akan mengakhiri masa jabatannya pada Rabu mendatang. 

Hadir pada kesempatan tersebut, Wali Kota Payakumbuh bersama ibu Hj. Henny Riza Falepi yang merupakan Ketua Umum BKMT Kota Payakumbuh. Turut hadir Wakil Ketua DPRD Wulan Denura, Ketua Pengadilan Agama Nurhema, Kapolres diwakili Kapolsek Kota AKP. Hendri, Kadis Sosial Irwan Suwandi dan Kabag Kesra Efrizal.

Turut hadir Ketua MUI H. Erman Ali, Ketua Baznas H. Hamdi Sofian, Ketua IPHI H. Masrul Malik, Ketua IKADE Ny. Febi Hamdi Agus, Ketua FK-Yasin Kota Zamnina dan Ustadz Isnaldi Mhd. Dini dari Jakarta yang didaulat menjadi penceramah pada kegiatan tersebut.

Dalam laporannya, Ketua Panitia pelaksana Hj. Anwida menyampaikan bahwa BKMT merupakan organisasi tempat berhimpunnya jamaah-jamaah wirid pengajian yang ada disuatu daerah.

“BKMT ini adalah wadah kita para jamaah pengajian berkumpul dan berkoordinasi. Didalamnya ada jamaah wirid yasin, jamaah wirid MTI, jamaah wirid Aisyiah, Wirid tarbiyah, NU dan lain-lain. Semuanya berhimpun dalam wadah BKMT yang diketua Ibu Wali Kota kita,” ujar Hj. Anwida.

Dalam kesempatan itu, Hj. Anwida berharap agar kedepan pemerintah Kota Payakumbuh bisa segera merealisasikan berdirinya Masjid Agung di Kota Payakumbuh.

“Jamaah BKMT sangat ramai pak. Jika hadir semua, tak muat aula GOR kita ini. Untuk itu kami berharap, meski Bapak Wali kota akan berakhir, tapi kami harap beliau tetap berjuang agar mewujudkan berdirinya Masjid Agung Kota Payakumbuh, jadi BKMT bisa berkegiatan disana,” pinta Hj. Anwida.

Menanggapi itu, Wali Kota Payakumbuh dalam sambutannya mengatakan bahwa rencana pembangunan masjid agung sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya. Pihaknya bahkan sudah membebaskan lahan seluas 5 hektar lebih untuk dijadikan lahan pembangunan masjid.

“Kalaulah tidak ada Covid-19 selama dua tahun terakhir, insyaallah kita sudah melihat ada bangunan Masjid Agung tersebut. Tapi apa daya, akibat Covid-19, ratusan milyar anggaran kita terpaksa dialihkan untuk penangannya,  termasuk anggaran pembangunan masjid agung,” terang Wali Kota Riza Falepi.

Dikatakan, Nasib pembangunan Masjid Agung Kota Payakumbuh kedepan akan diserahkan keada Wali Kota Payakumbuh berikutnya. Namun, pihaknya berjanji akan tetap mendukung agar cita-cita mulia tersebut dapat segera terwujud.

“Alhamdulillah 5 hektar lahan sudah kami bebaskan, sekarang kami titip ke Wali Kota Payakumbuh kedepan. Tugas ibu-ibu adalah memilih wali kota yang mau melanjutkan pembangunan masjid agung ini. Lai setuju ibu-ibu?” ujar Riza disambut teriakan setuju secara serempak oleh jamaah yang hadir. 

Pada kesempatan itu, Riza juga berpesan agar ibu-ibu jamaah BKMT dapat menjadi garda terdepan dalam mewariskan nilai agama, adat dan budaya kepada generasi muda.

“Selain memilih pemimpin yang lebih baik dari saya, tugas ibu-ibu adalah mendidik anak-anak dan generasi muda Payakumbuh agar memahami agama, adat istiadat dan budaya kita. Ditangan mereka nasib Payakumbuh kedepan,” ujar Wali Kota dua periode itu.

Senada, Ustadz Isnaldi Muhammad Dini mengingatkan peran penting kaum ibu dalam pembentukan generasi muda yang beriman, bertaqwa dan berkarakter.

“Ibu-ibu adalah madrasah buat anak-anaknya. Jika sekolah dan madrasah itu tidak ada, maka cukup ibu saja yang menjadi madrasah untuk mendidik anak-anak,” pesan Isnaldi yang juga merupakan Wasekjen KADIN Pusat.

Isnaldi menceritakan sosok ibunda yang menjadi motivasi dirinya sehingga bisa dapat sukses dalam menjalani pendidikan dan berwirausaha.

“Mulai dari sekolah di Tawalib, merantau ke Jakarta dan bertarung dalam dunia usaha di Jakarta, sosok ibulah yang menginspirasi saya. Begitu rasa malas muncul, maka segera saya lihat foto ibu di dompet saya, saya kenang nasehat beliau sehingga saya bangkit dan pantang menyerah,” jelas Isnaldi yang dikenal dekat dengan Menteri Investasi Bahlil Lahadia.

Sementara, Ketua BKMT Kota Payakumbuh Hj. Henny Riza Falepi mengucapkan terima kasih atas dukungan pengurus serta anggota BKMT selama ini. Dirinya memohon maaf jika 10 tahun memimpin BKMT, masih banyak kekurangan.

“Meski berstatus istri wali kota, saya tidak bisa semena-mena minta dukungan dana kegiatan BKMT ke bapak. Hal ini karena saya tahu, banyak kebutuhan pembangunan yang harus diprioritaskan bapak wali kota. Untuk itu saya mohon maaf atas kekurangan ini,” sebut Henny sembari sesekali terlihat terharu mengenang onak duri mendampingi Riza Falepi sebagai Wali Kota Payakumbuh.

Terakhir, Henny Riza berpesan agar BKMT Kota Payakumbuh tetap berperan aktif dalam mensyiarkan agama Islam melalui kajian-kajian hingga tingkat kelurahan, meski terjadi pergantian Wali Kota Payakumbuh.

“Tetap syiarkan Islam ya ibu-ibu. Kalau bisa pengajian BKMT sampai ke kelurahan-kelurahan, saya titip ke ibu-ibu semua,” pungkas Henny disambut jawaban bersedia dari segenap jamaah yang hadir.

Acara diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan sebagai ungkapan terima kasih dari pengurus BKMT Kota Payakumbuh kepada Wali Kota Payakumbuh dan Ny. Henny Riza Falepi selaku Ketua Umum BKMT Kota Payakumbuh. (Humas/Zik)

ADSEN KIRI KANAN