Notification

×

Adsense atas

Adsen

Komisi Yudisial Sebut OTT Hakim Agung Jadi Momen Perkuat MA

Rabu, 28 September 2022 | 14:53 WIB Last Updated 2022-09-28T07:53:00Z

 

Komisi Yudisial (KY) menyebut OTT Hakim Agung menjadi momen untuk menguatkan MA.



JAKARTA  - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kecewa, usaha pemberantasan korupsi yang sudah berjalan baik namun gembos di Mahkamah Agung (MA), terkait penangkapan Hakim Agung Sudrajad Dimyati. 


Kekecewaan Presiden Jokowi itu dilontarkan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. Komisi Yudisial (KY) menyebut OTT itu menjadi momen untuk menguatkan MA,sebagaimana dikutip iNews.id.


“KY sangat memahami dan memiliki concern serupa dengan Presiden karena hal ini menyangkut kepercayaan publik terhadap lembaga serta proses hukum dan peradilan,” kata Juru Bicara KY, Miko Ginting dalam keterangan yang diterima, Rabu (28/9/2022). Miko mengatakan dengan adanya kasus ini, KY memandang ini momentum untuk memperkuat KY sebagai lembaga pengawasan. 


“Dari waktu ke waktu, sebagaimana diketahui, kewenangan KY semakin dipersempit, terutama dalam tugas pengawasan maupun rekrutmen,” katanya. Miko pun mengatakan concern Presiden Jokowi tentu beralasan, tetapi akan terbentur dengan pembagian dan pemisahan kekuasaan.  


“Dengan memberikan dukungan penguatan kepada KY, maka KY dapat menjalankan perhatian Presiden dan masyarakat sesuai tugas dan kewenangannya yang memang diberikan untuk hal itu," katanya. 


Untuk diketahui, KPK berhasil membongkar dugaan suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA). Dalam kasus tersebut, KPK telah menetapkan 10 orang sebagai tersangka yakni, Hakim Agung, Sudrajad Dimyati (SD); Hakim Yustisial sekaligus Panitera Pengganti MA, Elly Tri Pangestu (ETP). 


Kemudian, empat PNS MA, Desy Yustria (DS), Muhajir Habibie (MH), Nurmanto Akmal (NA), dan Albasri (AB). Selanjutnya, dua Pengacara Yosep Parera (YP) dan Eko Suparno (ES). Terakhir, dua Debitur Koperasi Simpan Pinjam Intidana, Heryanto Tanaka (HT) dan Ivan Dwi Kusuma Sujanto (IDKS).(*)




ADSEN KIRI KANAN