Notification

×

Adsense atas

Adsen

KKGA Pd.Pariaman Gelar Workshop IKM

Sabtu, 03 September 2022 | 22:07 WIB Last Updated 2022-09-03T15:07:21Z

KKGA Padang Pariaman selenggarakan Workshop IKM yang dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drs.H.Anwar, M.Si di Aula Sambalado, Kota Pariaman, Sabtu 3 September 2022 (foto.dok.al)


Pariaman
- Ikutilah Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) ini dengan baik agar Guru Agama dapat memahami Kurikulum Merdeka. Juga, dapat menerapkannya sesuai kondisi, kebutuhan, serta kemampuan sekolah masing-masing. Bila ada peluang untuk masuk seleksi guru penggerak, ikutilah dengan beramai-ramai agar kita selaras mendukung program pemerintah.


Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Padang Pariaman, Drs. H. Anwar, M.Si ketika membuka acara Worshop Guru PAI di Aula Sambalado Kurai Taji, Sabtu (03/09/22) pagi tadi.


Kata dia, kebijakan pemerintah semenjak tahun 2021 telah meluncurkan Kurikulum Merdeka, sebagai lanjutan dari penyempurnaan dan penyederhanaan serta pemulihan pembelajaran pasca pandemi covid-19.


"Telah terjadi krisis pendidikan selama lebih kurang dua tahun belakangan ini. Dengan Kurikulum Merdeka bersama P5 nya, mudah-mudahan bisa meminimalisir kenakalan remaja pada masa yang akan datang" ungkapnya. 


Menurut Anwar, Kurikulum Merdeka tidak beda jauh dengan kurikulum 2013 sebelumnya. Kurikulum Merdeka dilengkapi dengan Platform Merdeka Mengajar (PPM) yang di dalamnya menyediakan kebutuhan guru dalam mengunduh bahan materi pelajaran berkit modul ajar yang akan digunakan.


Oleh karena itu, sebut Kadisdikbud, Guru harus meningkatkan kemampuan IT dalam mengakses sumber belajar yang telah tersedia di Internet. Guru harus mendesain pembelajaran yang berpihak pada murid, sehingga siswa tidak lagi tergantung dengan HP android. 


Anwar menyatakan, dengan lahirnya kurikulum merdeka ini, diluncurkan pula para agen perubahan yang bernama guru penggerak. Mereka yang akan mewujudkan dunia pendidikan yang merdeka dari segala belenggu dan tekanan yang akan mematikan kreatifitas siswa.


"Untuk itu, dibutuhkanlah guru-guru yang berkompeten di bawah binaan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) yang dulunya bernama LPMP" terangnya mengakhiri.


Sebelumnya, Kepala Kementerian Agama Padang Pariaman H. Syafrizal, S.Ag  menyambut baik kegiatan ini. Untuk itu, harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para peserta worshop IKM ini, agar dapat membuat keunggulan-keunggulan di sekolah melalui program yang terstruktur dan terukur.


"Semoga anak-anak kita berobah akhlaknya ke arah yang baik, mereka tidak kecanduan HP lagi. GPAI yang hadir di sini pastilah guru yang hebat, ini bisa dilihat dengan tampilannya yang membawa laptop tentunya mahir IT" ucap Syafrizal.


Ia menegaskan, desainlah pembelajaran yang menarik, sehingga siswa merasa betah belajar di Sekolah. 


Sedangkan Ketua KKGA Padang Pariaman Marjongki, M.Pd mengapresiasi kegiatan ini. Semoga kegiatan berjalan dengan baik, dan ilmu yang diperoleh selama Wirkshop akan menambah khasanah dalam menjalan tugas di Sekolah.


Ketua Panitia Pelakaana Yusrizal, MA melaporkan, kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama Kelompok Kerja Guru Agama (KKGA) Kecamatan bersama KKGA Kabupaten dengan dana yang berasal dari Kas KKGA. 


"Peserta sebanyak 150 orang pada angkatan 1 ini, yang terdiri dari perwakilan masing-masing Kecamatan" ungkap Yusrizal.


Ia menyebutkan, Narasumber acara hari ini dari kalangan sendiri Alfian Tarmizi, M.Pd bersama Andrizal Ali, M.Pd. Keduanya tenaga Guru Penggerak sebagai guru pengajar praktek di Kabupaten Padang Pariaman.


Kegiatan akan digelar selama 3 (tiga( hari dari hari Sabtu s.d Senin. Pada hari Minggu, akan diisi Instruktur Nasional (IN) PKB, Fifi Rishanti, M.Pd dari Kabupaten Darmasraya. Pada hari terakhir adalah penugasan terstruktur dari Narasumber" ungkap Yusrizal.(al/099)







ADSEN KIRI KANAN