Notification

×

Adsense atas

Adsen

Joe Biden Peringatkan Putin Tak Gunakan Senjata Nuklir Setelah Kalah Perang di Ukraina

Minggu, 18 September 2022 | 20:47 WIB Last Updated 2022-09-18T13:47:00Z

 

Joe Biden memperingatkan Vladimir Putin agat tidak menggunakan senjata nuklir dan kimia di Ukraina.



WASHINGTON  - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mendesak Vladimir Putin untuk tidak menggunakan senjata nuklir atau kimia taktis untuk membalas kekalahan dalam perang di Ukraina sepekan terakhir. Tentara Ukraina memukul mundur pasukan Rusia dalam serangan kilat di timur laut negara itu.


Rusia pun menarik pasukannya dari wilayah Kharkiv pada pekan lalu untuk menghindari kekalahan lebih parah. Dalam wawancara di program '60 Minutes' CBS News yang akan disiarkan Minggu (18/9/2022), Biden menegaskan penggunaan senjata nuklir bisa mengubah wajah perang yang terjadi saat ini,sebagaimana dikutip iNews.id.


"Jangan, jangan, jangan. Itu akan mengubah wajah perang tidak seperti apa pun sejak Perang Dunia II," kata Biden, dalam iklan cuplikan wawancara ditayangkan Sabtu kemarin, menjawab pertanyaan host. Biden lalu mengancam, penggunaan senjata nuklir atau kimia oleh Rusia di Ukraina akan diganjar dengan konsekuensi kuat. Namun dia enggan menjelaskannya secara rinci.


"(Rusia) Akan menjadi lebih paria di dunia daripada sebelumnya. Respons apa yang akan diberikan akan bergantung pada sejauh mana perbuatan mereka," kata Biden.  Di Moskow, Putin mendapat desakan kuat dari kalangan nasionalis untuk melakukan mobilisasi nasional guna menambah kekuatan ke Ukraina. Namun sejauh ini belum ada keputusan yang diambil.


Namun Putin memperingatkan Rusia akan merespons lebih kuat jika pasukannya terus mendapat tekanan. Pernyataannya tersebut meningkatkan kekhawatiran, Putin bisa menggunakan cara-cara yang tidak biasa, seperti memerintahkan penggunaan senjata nuklir atau kimia dalam skala kecil.


Beberapa pejabat Rusia sebelumnya bekali-kali membantah akan menggunakan senjata nuklir di Ukraina. Negeri Beruang Merah memiliki syarat kapan penggunaan nuklir diperbolehkan dan situasi di Ukraina belum memenuhinya. Hanya saja dalam pidato saat mengumumkan operasi militer khusus ke Ukraina pada 24 Februari, Putin memberikan ancaman terselubung kepada negara-negara Barat yang mencoba ikut campur dalam perang ini.


"Tidak peduli siapa yang mencoba menghalangi kami atau membuat ancaman bagi negara dan rakyat kami. Mereka harus tahu bahwa Rusia akan segera merespons dan konsekuensinya akan seperti belum pernah Anda lihat sepanjang sejarah," katanya. Pernyataan Putin itu diterjemahkan oleh para pengamat sebagai senjata nuklir.(*)



ADSEN KIRI KANAN