Notification

×

Adsense atas

Adsen

Imbas Harga BBM Naik, Puluhan Sopir Angkot di Kota Sorong Mogok Massal Tuntut Penyesuaian Tarif

Minggu, 04 September 2022 | 14:14 WIB Last Updated 2022-09-04T07:14:06Z

 

Puluhan sopir angkot di Kota Sorong mogok massal menuntut penyesuaian tarif angkutan umum usai harga BBM naik.



SORONG  - Ratusan sopir angkot di Kota Sorong menggelar aksi mogok massal, Minggu (4/9/2022). Mereka menuntut penyesuaian tarif angkutan umum pascapengumuman harga BBM naik oleh pemerintah. 


Berdasarkan pantauan iNews.id, puluhan sopir angkot menggelar aksi mogok massal dengan memakirkan kendaraan di depan Bandara Domine Eduard Osok, Jalan Basuki Rahmat, Kota Sorong.


Abdul Rahman, salah seorang sopir angkot mengatakan, aksi solidaritas digelar untuk menuntut kenaikan tarif penumpang seiring harga BBM naik. Ia mengungkap para sopir menuntut agar tarif angkutan umum dinaikkan menjadi Rp8.000 dari semula Rp4.000 untuk seluruh trayek, sebagaimana dikutip iNews.id.


"Hari ini kita semua sopir angkot menyampaikan aspirasi kami. Ini tuntutan semua pengemudi angkot di dalam Kota Sorong. Kami semua minta ada kenaikan tarif penumpang, itu tadi kita sudah sampaikan semua aspirasi kita. Kami minta kenaikan dari 4.000 ke 8.000 rupiah," ungkap Abdul Rahman kepada wartawan, Minggu (4/9/2022). Dia mengatakan, aspirasi para sopir angkot ini bukan saja dikarenakan harga BBM naik. 


Namun karena setoran angkutan umum yang turut terancam naik. Belum lagi harga sparepart kendaraan yang diperkirakan melonjak imbas kenaikan harga BBM. 


"Dengan dampak kenaikan BBM ini semua pasti naik (harga-harga), setoran angkot pasti naik, sparepart naik, semua harga barang pasti naik, jadi ini menurut kami aspirasi kenaikan tarif penumpang masih dalam batas wajar. 


Kami sudah sampaikan semuanya kepada perwakilan pemerintah, juga kepada bapak-bapak polisi tadi, semua aspirasi sudah kami sampaikan," pungkasnya.  Atas aksi tersebut, Kabid LLAJ Dishub Kota Sorong Rizal Latupono hadir menemui para sopir angkot. Dia menyatakan telah bersepakat untuk menaikkan tarif angkot sebanyak 20 persen sesuai instruksi pemerintah pusat. 


"Kami hari ini sudah bertemu dengan para  sopir sudah bersepakat untuk bagaimana menghitung tarif angkutan berdasarkan apa yang sudah ditentukan oleh pusat (kenaikan BBM) yaitu 20 persen dari yang sudah ditetapkan oleh pusat," ungkapan Latupono.  


Untuk itu, Latupono meminta kesediaan para sopir angkot untuk melakukan pertemuan pada Senin (5/9/2022) untuk membahas kelanjutan penyesuaian tarif tersebut. Aksi mogok massal para sopir angkot berjalan tertib. Hanya saja, demonstrasi berampak pada aktivitas warga Kota Sorong yang hendak menggunakan jasa angkot.(*)




ADSEN KIRI KANAN