Notification

×

Adsense atas

Adsen

Hingga Juni 2022, PT PP Bukukan Laba Bersih Rp112 Miliar

Kamis, 15 September 2022 | 12:16 WIB Last Updated 2022-09-15T05:43:27Z


 






 
Jakarta, Fajarharapan.id – PT PP (Persero) Tbk.,sampai 30 Juni 2022 berhasil meraih Pendapatan Usaha dan Laba Bersih Tahun Berjalan sebesar masing-masing Rp9,023 triliun dan Rp112 miliar. Kondisi itu mencerminkan pertumbuhan sebesar 39,74% dan 1,82% secara "year on year" (yoy) dibandingkan pencapaian tahun 2021, yaitu sebesar Rp6,457 triliun.


Laporan Keuangan tersebut disampaikan Direksi Utama PTPP, Novel Arsyad bersama manajemen PTPP lainnya secara virtual saat mengikuti rangkaian kegiatan Public Expose (Pubex) Live 2022 yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis pagi (15/9).


Direksi perusahaan konstruksi terkemuka di tanah air ini juga menyampaikan, kontribusi pertumbuhan Pendapatan Usaha PTPP tersebut berasal dari Induk Usaha sebesar 55% dan sisanya sebesar 45% berasal dari Anak Usaha (PP Presisi sebesar 17%, PP Semarang Demak sebesar 10%, PP Properti sebesar 10%, PP Urban sebesar 3%, dan Lainnya sebesar 4%).  


Pertumbuhan pendapatan yang signifikan juga meningkatkan kualitas nilai Interest Coverage Ratio (ICR) menjadi 3,46x secara yoy dibandingkan periode yang sama sebesar 2,71x. Selain itu, PTPP juga mencatatkan adanya peningkatan nilai gross margin sebesar 13,61% yang capaiannya membaik dati periode yang sama di tahun 2021 sebesar 12,36%.  


"Sebagai perusahaan terbuka dan tercatat di BEI, dengan melaksanakan kewajiban Pubex Live ini, PTPP telah memenuhi kewajiban tahunannya untuk melaksanakan Public Expose Tahunan," sebut Novel lagi.


Didominasi BUMN
Sementara itu, sampai dengan akhir Agustus 2022, PTPP berhasil membukukan kontrak baru sebesar Rp15,78 triliun. "Pencapaian kontrak baru tersebut terdiri dari kontrak baru Induk Perusahaan sebesar 72% dan Anak Perusahaan sebesar 28%,” ujar Novel lagi.

Beberapa proyek yang berhasil diraih oleh PTPP sampai dengan Agustus 2022, antara lain: pembangunan proyek Terminal Kalibaru Tahap 1B Pelabuhan Tanjung Priok sebesar Rp. 3,83 triliun, proyek pekerjaan Pipeline Semarang-Batang sebesar Rp 1,060 triliun, proyek pembangunan Pertamedika Sanur Bali sebesar Rp621 miliar, RS Dharmais sebesar Rp427 miliar, WUR Pertamina Hulu Rokan sebesar Rp421 miliar.

Kemudian  pekerjaan pembangunan Simpang Susun Jalan Tol Serang-Panimbang sebesar Rp341 miliar, proyek Landmark BSI Aceh sebesar Rp296 miliar, pekerjaan interior gedung Kejaksaan Agung RI sebesar Rp286 miliar, pekerjan pembangunan Gardu Induk & Underline Freeport sebesar Rp255 miliar, proyek Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta sebesar Rp207 miliar, Anak Usaha sebesar Rp4,04 triliun, dan sebagainya.


Sampai dengan Agustus 2022, kontrak baru dari BUMN mendominasi perolehan kontrak baru PTPP dengan kontribusi sebesar 65%, disusul oleh Pemerintah sebesar 30% dan Swasta sebesar 5% dari total perolehan kontrak baru. 


Sedangkan, perolehan kontrak baru berdasarkan lini bisnis, yaitu Konstruksi sebesar 64% (Jalan & Jembatan sebesar 24%, Gedung sebesar 27%), EPC sebesar 8%, dan Anak Perusahaan sebesar 28%.  
PT PP (Persero) Tbk. dengan kode emiten  PTPP merupakan salah satu perusahaan konstruksi dan terkemuka di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1953. 

Saat ini, PTPP memiliki tujuh lini bisnis yang terintegrasi mulai dari Upstream, Middlestream sampai dengan Downstream, yang meliputi: Energi, Properti, Infrastruktur, Jasa Konstruksi, Engineering, Procurement and Construction (EPC), Peralatan Berat dan Pracetak. PTPP memiliki jejak rekam yang solid dan berhasil memenangkan penghargaan atas proyek-proyek konstruksi Pelabuhan, Pembangkit Listrik, Airport, Bendungan, dan Gedung di Indonesia. PTPP merupakan pionir untuk konsep Eco-Friendly Green Building di Indonesia yang telah memenangkan beberapa penghargaan lokal dan internasional atas hasil karyanya. 

PTPP mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 9 Februari 2010, dengan kepemilikan publik sebesar 49%. Pada tahun 2015, PTPP mencatatkan saham entitas anak PT PP Properti Tbk (kode emiten: PPRO) di Bursa Efek Indonesia sebanyak 35%. Untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan di masa depan, PTPP berekspansi di sektor Energi dan Infrastruktur di tahun 2016. Pada tahun 2017, entitas anak yang bergerak sebagai kontraktor berbasis peralatan berat PT PP Presisi Tbk (kode emiten: PPRE) melantai di Bursa Efek Indonesia dengan melepas 23% saham ke publik. 

Untuk menghadapi era Industri 4.0, PTPP melakukan strategi operasional excellence dengan menerapkan sistem informasi yang handal, yaitu ERP sebagai enterprise system utama yang didukung berbagai aplikasi penunjang operasional dalam menjawab tantangan dan kebutuhan perusahaan kedepan. PTPP juga menerapkan penggunaan Building Information Modeling (BIM) serta penguasaan teknologi baru lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan kecepatan, akurasi dan efisiensi serta menjadi perusahaan yang unggul serta excellence. (Y)
 


ADSEN KIRI KANAN