Notification

×

Adsense atas

Adsen

Harga Kedelai Mahal Dampak Kenaikan BBM, Perajin Tahu di Tegal Terancam Bangkrut

Rabu, 28 September 2022 | 12:56 WIB Last Updated 2022-09-28T05:56:00Z

 

Aktivitas perajin tahu di Kelurahan Slerok, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal.



TEGAL  – Perajin tahu rumahan di Kota Tegal mengeluhkan tingginya harga kedelai di pasaran pascakenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Jika tak kunjung turun, mereka terancam gulung tikar.  


Kondisi itu antara lain dialami sejumlah perajin tahu di Kelurahan Slerok, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal. Sejumlah perajin tahu memilih berhenti berproduksi dan sebagian lainnya tetap bertahan,sebagaimana dikutip iNews.id.


Harga kedelai kini menembus Rp12.700 per kilogram. Sedangkan sebelumnya sebesar Rp10.600 per kilogram.  “Saya memilih bertahan di tengah tingginya biaya produksi, meskipun omzet dan keuntungan yang didapat saat ini sangat tipis. Sebab tidak ada pekerjaan alternatif lainnya,” kata salah satu perajin tahu, Jazuli, Rabu (28/9/2022). 


Tingginya harga kedelai membuat dirinya mengurangi produksi hingga 50 persen. Dalam sehari, produksi bisa mencapai 1 kuintal kedelai. Namun kini hanya 50 kilogram saja. 


Meski harga kedelai sudah naik, dirinya belum mengurangi ukuran tahu atau menaikan harga jual karena takut kehilangan konsumen.  Harga tahu buatannya masih dijual Rp750 per biji. Namun pekan depan, ia berencana menaikkan harga jual menjadi Rp800 per biji agar tetap bertahan. 


Selain biaya produksi yang membengkak, sebagian perajin tahu juga kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak jenis pertalite untuk menghidupkan mesin giling kedelai.  Sementara mereka tidak memiliki surat rekomendasi sebagai pelaku industri usaha kecil menengah (UKM). (*)



ADSEN KIRI KANAN