Notification

×

Adsense atas

Adsen

Dihantam Longsor, Akses Transportasi Kec. Sangir Batang Hari Sempat Putus Total

Rabu, 28 September 2022 | 10:37 WIB Last Updated 2022-09-28T03:37:19Z

Sejumlah warga berusaha membersihkan bekas longsor, agar akses jalan tidak terganggu.


Solsel, fajarharapan.id - Hujan yang berkepanjangan melanda Solok Selatan (Solsel), Sumatera Barat (Sumbar), Selasa (27/9/2022) mengakibatkan sejumlah daerah mengalami bencana dan longsor. 


Salah satunya bencana longsor terjadi memutus akses di Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan putus total sekitar 8,5 jam.


Peristiwa itu terjadi Selasa (27/9/2022) sekira pukul 11.30 wib malam. Beruntung tidak ada kendaraan yang lewat ketika material longsor terjun ke badan jalan.


"Kami bersama warga menyingkirkan material longsor berupa tanah, kayu dan batu secara manual sejak subuh tadi. Alhamdulillah pukul 08.15 wib pagi ini kendaraan sudah mulai bisa melewati kawasan titik longsor ini," kata Wali Nagari Dusun Tangah, Radiman Sigintir saat dihubungi via hand phone, Rabu (28/9/2022) pagi.


Peralatan membersihkan material longsor tersebut berupa cangkul, gergaji mesin untuk memotong kayu, gerobak dorong dan lainnya.


Beruntung partisipasi warganya sangat tinggi untuk membantu akses jalan provinsi yang sudah tidak bisa dilewati sejak semalam.


"Material longsornya cukup tinggi. Jangankan kendaraan roda empat, roda dua saja tidak bisa melewatinya," terangnya.


Jika tidak dibantu warga membersihkannya ucap Radiman, maka akses keluar masuk Dusun Tangah dan ke Lubuk Ulang Aling akan terputus cukup lama.


Yang dikawatirkannya, ketika masyarakat akan berobat atau akan dirujuk ke rumah sakit tentu saja bisa saja memperlambat layanan kesehatan.


"Sebab itu kita mengajak masyarakat sekitar untuk berpartisipasi, alhamdulillah kepedulian masyarakat kami sangat tinggi dalam menangani bencana ini," terangnya.


Ardifares warga setempat mengatakan, peristiwa longsor tersebut terjadi akibat hujan lebat mengguyur Kecamatan Sangir Batang Hari sejak sore kemarin.


"Kalau menunggu bantuan alat berat, tentu saja akan lama sampai ke lokasi. Beruntung saja partisipasi warga tinggi dan akses Sangir Batang Hari kembali normal," bebernya.


Peralatan yang dibawa warga hanyalah manual, namun dengan tingginya rasa tanggung jawab sosial terhadap fasilitas umum, sehingga akses kembali bisa dilewati kendaraan roda dua dan roda empat.


Goro tersebut dilakukan usai subuh dan selama 2,5 jam menyingkirkan material tanah. Akhirnya anak sekolah dan masyarakat lainnya bisa melewati dari berbagai arah.


"Tentu saja kita berharap longsor tidak terulang kembali," tuturnya. (Abg)


ADSEN KIRI KANAN