Notification

×

Adsense atas

Adsen

Biden Peringatkan Putin Tak Gunakan Senjata Nuklir di Ukraina, Begini Tanggapan Kremlin

Minggu, 18 September 2022 | 19:52 WIB Last Updated 2022-09-18T12:52:48Z

 

Rusia memiliki doktrin senjata nuklir dan kondisi di Ukraina belum memenuhi syarat untuk menggunakannya.


MOSKOW  - Rusia mengomentari peringatan yang disampaikan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden soal penggunaan senjata nuklir dan kimia di Ukraina. Dalam wawancara di program CBS News, Biden mendesak Presiden Rusia Vladimir Putin untuk tidak menggunakan senjata nuklir atau kimia taktis dalam membalas kekalahan di Ukraina. Dia juga mengancam Rusia akan menanggung konsekuensi atas penggunaan senjata-senjata itu, meski tak menjelaskannya secara rinci.


Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menegaskan doktrin nuklir Rusia sudah jelas, perang di Ukraina tak masuk dalam kriteria penggunaan nuklir. "Baca doktrin, semuanya tertulis di sana," kata Peskov, kepada RIA Novosti,sebagaimana dikutip iNews.id.


Dalam doktrin penggunaan senjata nuklir, Rusia baru bisa menggunakannya hanya jika diserang menggunakan senjata tersebut atau senjata pemusnah massal lainnya oleh musuh.


Penggunaan senjata nuklir juga diperbolehkan sebagai tanggapan atas serangan senjata konvensional yang mengancam keberadaan Rusia sebagai negara berdaulat. Selain untuk kepentingan nasional, senjata nuklir juga bisa digunakan Rusia untuk membela para sekutunya dengan syarat yang sama.


Pada 2020, Rusia memperbarui doktrin penggunaan nuklir, yakni menambahkan dua skenario lagi. Dua syarat itu adalah mendapat informasi yang dapat dipercaya tentang peluncuran rudal balistik menargetkan wilayah Rusia atau sekutunya serta serangan terhadap infrastruktur penting pengendalian senjata nuklir yang berpotensi tak dapat dioperasikannya sistem pencegahan.


Dalam konferensi peninjauan Perjanjian Non-Proliferasi (NPT) PBB di New York, Amerika Serikat, bulan lalu, para pejabat Rusia juga menegaskan tidak satu pun dari kriteria itu sesuai dengan kondisi di Ukraina saat ini.


Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu juga menegaskan tidak masuk akal negaranya menggunakan nuklir di Ukraina. Menurut dia, tidak ada target yang membuat Rusia perlu melakukannya. Dalam wawancara yang iklan cuplikannya tayang pada Sabtu kemarin, Biden mengetahui Rusia sedang mempertimbangkan penggunaan senjata pemusnah massal. 


"Jangan, jangan, jangan. Itu akan mengubah wajah perang tidak seperti apa pun sejak Perang Dunia II," kata Biden. Militer Ukraina memukul mundur pasukan Rusia dalam serangan kilat di timur laut negara itu sepekan terakhir. Rusia pun menarik pasukannya dari wilayah Kharkiv untuk menghindari kekalahan lebih parah.(*)



ADSEN KIRI KANAN