Notification

×

Adsense atas

Adsen

Walikota Padang Komit Perjuangkan Nasib Guru Honorer

Senin, 22 Agustus 2022 | 21:40 WIB Last Updated 2022-08-22T14:40:36Z

Hendri Septa


Padang - Wali Kota Padang Hendri Septa merespon adanya aspirasi yang disampaikan oleh sejumlah guru honorer yang tergabung dalam Forum Guru Lulus Passing Grade (FGLPG) Kota Padang di Kantor DPRD Kota Padang, Senin (22/8/2022).


"Kita sudah menindaklanjutinya ke Menpan-RB," sebut wali kota melalui Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Padang Amrizal Rengganis, Senin (22/8/2022).


Menurut Amrizal, Pemerintah Kota Padang telah melakukan berbagai upaya untuk memperjuangkan nasib pegawai honorer yang ada di lingkungan Pemerintah Kota Padang.


Salah satunya adalah memperjuangan nasib sebanyak 1.226 tenaga honorer guru yang telah menjalani tes PPPK dan dinyatakan lolos dari ambang batas, agar masuk ke dalam aplikasi e-formasi.


"Pada Jumat 12 Agustus 2022 lalu, Bapak Wali Kota Padang Hendri Septa didampingi Kepala BKPSDM Kota Padang Arfian telah menemui langsung KemenPAN-RB. Beliau diterima langsung oleh Sekretaris MenPAN-RB, Rini Widyantini. Pada kesempatan tersebut Bapak Wali Kota Padang telah menyampaikan nama-nama pegawai honor yang lulus passing grade. Sekarang tugas kita adalah untuk menunggu sampai permintaan kita diproses," ucap Rengga sapaan Kabag Protokol Pemko Padang itu.


Disebutkan Rengga, ada lebih kurang 186 kabupaten/kota di Indonesia yang juga memiliki masalah serupa dengan Kota Padang. Beberapa diantaranya adalah Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Mentawai, Tanah Datar, Kota Bukitinggi, dan Kota Solok.


Amrizal menambahkan, tidak ada niat sedikitpun dari Pemerintah Kota Padang untuk mengabaikan atau tidak menindaklanjuti nasib dari para pegawai honorer tersebut. Pemerintah Kota Padang selalu kontinyu dan terus berkomitmen memperjuangkan nasib para pegawai honorer Kota Padang.


"Seharusnya kita memberikan apresiasi kepada Wali Kota dalam memperjuangkan nasib pegawai honorer ini, kecuali Pak Wali tidak melakukan apapun. Mari kita saling menahan diri. Apakah demo ini menyelesaikan masalah, tentu tidak,"  sebut Amrizal yang juga juru bicara Wali Kota Padang itu.


Sementara itu, salah seorang guru honorer yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, bahwa dirinya mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Padang dalam memperjuangkan nasib para pegawai honor yang lulus passing grade ini.


"Bapak Wali Kota Padang Hendri Septa telah berusaha keras bagaimana supaya guru-guru yang lulus passing grade ini bisa masuk dalam e-formasi. Sekarang kita tunggu hasilnya bersama-sama. Kalau rasaki awak baliak ka awak ma (kalau rezeki kita akan kembali kepada kita). Sekarang kita sama-sama berdoa bagaimana nama-nama yang diajukan oleh Bapak Wali Kota Padang itu segera keluar hasilnya di MenPAN-RB," ucapanya. (*/ab)


ADSEN KIRI KANAN