Notification

×

Adsense atas

Adsen

Wabup Harapkan Solok Selatan Bisa Capai ‘’Zero Accident’’ Laka Lantas

Selasa, 23 Agustus 2022 | 23:26 WIB Last Updated 2022-08-25T16:30:12Z

 

        Wabup Yulian Efi

Solsel, fajarharapan.id --- Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menargetkan tingkat kecelakaan lalu lintas bisa ditekan hingga tidak terjadi sama sekali. Namun target ini masih cukup sulit sebab masih banyak pengguna kendaraan bermotor, terutama pemuda dan pelajar yang masih kurang memahami tata cara berkendara yang baik.


Wakil Bupati Solok Selatan H. Yulian Efi mengatakan pengendara kendaraan yang belum memahami tata cara berkendara yang baik ini lantas menyebabkan banyak terjadinya insiden di jalanan. Sebab kecelakaan ini bisa terjadi kepada siapapun, dimanapun, dan kapan



pun.


"Angka kecelakaan di Sumatera Barat pada 2021 sebanyak 2.973 insiden. Di Solok Selatan cukup rendah sebanyak 35 insiden, namun ini harus terus ditekan hingga bisa mencapai zero accident," kata Yulian dalam sambutannya pada acara Sosialisasi Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Hotel Pesona Alam Sangir, Padang Aro, Selasa (23/8/2022).


Terlebih saat ini kondisi jalanan di Solok Selatan masih terbatas dengan hanya ada satu jalan yang dilalui, mulai dari Kota Padang hingga tembus ke Kabupaten Dharmasraya. Hal ini berdampak pada tingginya tingkat kecelakaan lalu lintas, khususnya pada jam-jam padat yang mayoritas pengguna jalanan adalah pelajar yang merupakan penerus bangsa.


"Kami beharap kepada kita semua pengguna jalan selamat pergi dalam pulang dan sesuaikan kondisi. Semoga yang hadir dalam kegiatan ini bisa mendapatkan manfaat dan menyampaikan kepada teman-teman dan orang tuanya bahwa keselamatan itu penting," tandas Yulian.


Kepala Bidang Lalu Lintas dan Pembinaan Keselamatan Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat Era Oktaviandi mengatakan sepanjang 2021 rata-rata tingkat kecelakaan untuk usia 15-30 tahun itu mencapai 60%.


"Kegiatan ini dilaksanakan atas dasar masih tingginya kecelakaan lalu lintas, menurut data tahun 2021, anak-anak pada rentang usia 15-30 tahun, ‘’terbantai’’ di jalan raya lebih dari 60%, data yang ada pada usia produktif baik itu SMP, SMA dan eksekutif muda yang kegiatannya di jalan raya," kata Era di kesempatan yang sama.


Selain itu, menurut data sebanyak 91% kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh faktor manusia, sedangkan sisanya akibat jalan, kendaraan, dan lingkungan.


Oleh sebab itu diperlukan sosialisasi kepada pengguna jalan untuk menghindari kecelakaan sebab mereka adalah korban sekaligus pelaku dalam kecelakaan tersebut.


Dia mengungkapkan, upaya untuk meningkatkan keselamatan jalan ini sebenarnya bukan hanya tugas dari Dinas Perhubungan dan Kepolisian saja. Namun terdapat lima pilar yang bertanggungjawab dalam menjaga keselamatan dalam berlalu lintas.


Sementara itu, menurut Kepala Dinas Perhubungan Solok Selatan, Novrizon, mengatakan kegiatan ini dilaksanakan dengan peserta yang berasal dari pelajar SLTA/sederajat di Solok Selatan.


"Atas nama Dinas Perhubungan Solok Selatan mengucapkan terima kasih kepada pihak provinsi yang telah dapat melaksanakan kegiatan ini," kata dia.


Acara ini dihadiri oleh 15 orang siswa perwakilan dari lima sekolah, yakni SMAN 3 Solok Selatan, SMAN 5 Solok Selatan, SMAN 6 Solok Selatan, SMKN 1 Solok Selatan, dan SMKN 5 Solok Selatan.


Acara ini turut dihadiri oleh Kasat Lantas Polres Solok Selatan, Kepala Balai Transportasi Darat Wilayah 3, perwakilan Jasa Raharja Cabang Solok, Staf Ahli, Asisten, dan Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan. (DISKOMINFO)


ADSEN KIRI KANAN