Notification

×

Adsense atas

Adsen

Viral, Guguran Lava Pijar Gunung Merapi Terlihat Jelas

Jumat, 05 Agustus 2022 | 18:54 WIB Last Updated 2022-08-05T11:54:45Z

 

Pemandangan Gunung Merapi yang sedang meluncurkan lava pijar terlihat dari Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (15/8/2021). 



YOGYAKARTA  - Gunung Merapi kembali mengeluarkan lava pijar dan terlihat jelas secara kasat mata. Kejadian ini sempat terekam kamera milik warga dan diunggah ke media sosial sehingga viral.


Unggahan ini membuat heboh netizen dan banyak yang memberikan komentar. Mereka berharap kondisi Gunung Merapi aman dan terkendali. Sejumlah warganet juga mengungkapkan sempat mendengar beberapa kali dentuman.


Salah satu akun yang menggunggah video ini ada di akun Instagram Magelang news yang mengabarkan terpantau guguran di lereng Gunung Merapi pagi tadi (5/8) sekitar pukul 08.46 WIB, sebagaimana dikutip iNews.id.


Berbagai komentar mewarnai postingan tersebut seperti pemilik akun @rina.asri menulis ‘Owalah tadi yg mirip2 Guntur tu itu kali y smpet denger tk kira mau hujan ternyata terang2an ajan’. 


@lieliekvie berkomentar ‘Td sempet denger dari makot...kirain suara dari Akmil ternyata suara dari Merapi...semoga tetap mandali Aamiin’.


Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Agus Budi Santosa mengakui adanya guguran lava pijar dari puncak Merapi BPPTKG mencatat 8 kali guguran dengan jarak luncur maksimal 1.800 meter arah ke barat daya dan barat yang teramati. 


"Selain itu terjadi guguran sebanyak 28 kali dengan amplitudo 3-68 mm dan berdurasi 13,8-20,8 detik," kata dia, Jumat (5/8/2022).


Agus menuturkan sepanjang Jumat (5/8/2022) cuaca cukup cerah dan berawan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat. Suhu udara 20-26 derajat Celsius, kelembaban udara 48-63,7 persen, dan tekanan udara 836,7-915,6 mmHg. Sehingga peristiwa guguran lava pijar terlihat jelas secara kasat mata 


Agus menambahkan, puncak Gunung Merapi terlihat jelas. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 30-100 meter di atas puncak kawah.


"Selain itu juga terjadi kegempaan yang lain," ujar dia.


BPPTKG menyebut terjadi gempa hembusan sebanyak 2 kali dengan amplitudo 3 mm selama 6,4-8 detik. Juga ada gempa Hybrid/Fase Banyak sebanyak 12 kali dengan Amplitudo 3-25 mm berdurasi selama 4,6-8,7 detik.


Di samping itu juga terjadi gempa vulkanik Dangkal sebanyak 4 kali dengan amplitudo 40-75 mm selama 6,4-16,2 detik. Hingga saat ini status Merapi masih sama, level III atau siaga sama seperti tahun lalu.


Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol 5 kilometer.


"Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak," kata Agus.  


Masyarakat diminta agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi. (*)





ADSEN KIRI KANAN