Notification

×

Adsense atas

Adsen

Tukang Batu Hilang di Sungai Brantas Malang, Diduga Hanyut Saat Buang Air Besar

Senin, 01 Agustus 2022 | 10:20 WIB Last Updated 2022-08-01T03:58:46Z

 

Tim SAR gabungan menyisir sungai mencari korban, Senin (1/8/2022).



MALANG  - Seorang tukang batu di Malang hanyut di aliran Sungai Brantas. Korban bernama Tri Sugeng Sutrisno (46) warga Desa Sonowangi, Kecamatan Ampelgading itu belum ditemukan hingga saat ini.  


Korban dilaporkan hilang di aliran Sungai Brantas, tepatnya di Dusun Segaran, Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, pada Minggu kemarin (31/7/2022). Nahas terhadi saat korban hendak buang air besar di aliran Sungai Brantas. Namun hingga dua jam berlalu korban tak kunjung kembali ke rumahnya.


Pihak keluarga lantas mencari keberadaan Sugeng di titik di mana seharusnya korban membuang air besar. Namun saat di lokasi keluarga dan warga hanya menjumpai sandal jepit yang digunakan korban, sebagaimana dikutip iNews.id.


Kapolsek Pakisaji AKP Sutomo membenarkan laporan adanya orang hilang di aliran Sungai Brantas di wilayah Kecamatan Pakisaji. Menurutnya, peristiwa bermula ketika korban berpamitan kepada pemilik rumah, tempatnya bekerja untuk buang air besar di aliran sungai Brantas.


"Tak kunjung kembali, temannya mencari Bapak Tri ke sungai. Namun tidak ditemukan keberadaannya dan hanya melihat sandal jepit yang ia pakai di tepi sungai" ucap Sutomo, saat dikonfirmasi pada Senin pagi (1/8/2022).


Berdasarkan pengakuan rekan korban lainnya bernama Surono, Tri Sugeng sempat diketahui berjalan menuju arah sungai pada Minggu pagi (31/7/2022) pukul 05.30 WIB. "Korban ini merupakan seorang pekerja bangunan sebagai tukang batu, dilaporkan hilang pada pukul 08.00 WIB," kata dia.


Menurut informasi yang dihimpun dari warga sekitar, Korban memiliki ciri-ciri khusus yaitu pada tangan kanan jari telunjuknya putus, berkulit gelap dan berbadan gemuk. 


"Korban sempat terlihat berjalan kaki seorang diri menuju sungai" ujarnya. Menindaklanjuti laporan warga tersebut, tim pencarian gabungan pun dikerahkan untuk menyisir aliran sungai. Pencarian sebenarnya sudah dilakukan sejak Minggu kemarin, tetapi hingga malam hari kemarin pencairan belum membuahkan hasil. 


"Kemarin masih nihil, dilanjutkan hari ini," kata Sutomo singkat. Pada Senin (1/8/2022) pagi tim pencari gabungan dari Basarnas Surabaya, kepolisian, TNI, BPBD Kabupaten Malang, PMI, Tagana, relawan, dan warga melakukan pencarian dari titik awal korban dinyatakan hilang. Pencarian dilakukan dengan cara menelusuri aliran Sungai Brantas hingga ke selatan.(*)




ADSEN KIRI KANAN